Ratusan pendemo, yang terdiri dari Ojol, mahasiswa, dan masyarakat, padati ruas Jalan Jendral Sudirman Bukittinggi ( N)
Bukittinggi, Jamgadangnews- Aksi solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tewas dilindas barakuda (rantis) di Jakarta, kamis malam lalu. Berlanjut sampai kebeberapa daerah di Indonesia.
Puluhan mahasiswa, ojol dan masyarakat memadati ruas Jalan. Sudirman Bukittinggi, berjalan dengan membawa spanduk dan yel- yel lagu kebangsaan dari simpang Tugu Polwan Stasiun, walaupun ada pembakaran ban aksi berjalan lancar, aman dan tertib berjalan sampai kejalan didepan kantor Polresta Bukittinggi. Sabtu (30/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut keadilan yang transparan atas gugurnya pejuang keluarga Affan Kurniawan, menyatakan ketidak senangannya atas sikap DPR RI, yang jelas menampakkan ketidak berpihakannya pada rakyat, dan hanya mengutamakan kepentingan.pribadi dan partainya.
Salah seorang orator mahasiswa menyebutkan, dari kaum buruh sampai kaum tani turut hadir disini. Agar bapak-bapak Polri tidak lupa, negara Perancis yang dipimpin Raja Louis XVI pernah mengalami masa sulit rakyatnya, akibat para pejabatnya hidup bermewah-mewahan tidak keterpihakannya kepada rakyat yang hidup dalam kesusahan, akhirnya terjadi “Revolusi Perancis’
“Sama persis yang terjadi saat ini di Indonesia, DPR bukan lagi mewakili suara rakyat, tapi menjadi Dewan Penghianat Rakyat. Maka akhirnya terjadinya Revolusi Perancis, yang menandai perlawanan rakyat, sebaiknya DPR dibubarkan saja,” ujar salah seorang perwakilan mahasiswa.
Selain itu, lanjut orasi lainnya, ada aksi demo yang ditindas oleh pihak kepolisian, salah seorangnya menimpa Ojol AK (21), kemarahan rakyat jadi memuncak.
Adapun dalam aksi itu para demonstran mengajukan beberapa tuntutan kepada Kapolresta Bukittinggi, diantaranya :
1 Mengecam seluruh aparat kepolisian atas tindakan brutal dan represif, yang bertentangan dengan tugas kepolisian.
2.Mengecam seluruh aparat kepolisian atas kebebasan pers dan perluasan informasi dan kebebasan berpendapat.
3.Mendesak aksi, agar aparat tidak menjadi ancaman bagi rakyat atau masyarakat.
4.Mendesak seluruh aparat kepolisian atas tindakan tidak profesional dalam proses penegakan hukum dalam mewujudkan keadilan.
5.Mendesak pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus Affan Kurniawan, sesuai dengan proses hukum yang berlaku, dan vonis berat bagi pelakunya
“Kami masih memberikan waktu dan kesempatan kepada aparat negara ini untuk memperbaiki sistem yang rusak dan menindas rakyat,” sebut orator dari salah satu Universitas di Bukittinggi.
Kapolresta Bukittinggi, Kombes. Pol Rully Indra Wijayanto yang didampingi, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, SH, dan jajaran Kodim 0304/ Agam, menyampaikan tanggapanya atas orasi itu. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa driver ojol “Affan Kurniawan’ pada aksi Demo di dekat Gedung DPR RI Senayan.
Menurutnya, siap menerima kritikan, saran, dan keluhan dari masyarakat wilayah hukum Bukittinggi Agam, seperti terkait kinerja aparat kepolisian dalam menangani Trantib lalu lintas.
” Mohon kerjasama dari seluruh pihak, demi menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, semoga apa yang kita harapkan bisa terwujudkan,” harapnya.
Editor : Khairunas