Potret Dua orang sahabat yang selalu bersama, mereka yang bekerja sebagai seorang driver, mereka sudah melakukan perjalanan jauh selama duduk di bangku kemudi, yang sudah malang melintang di dunia jalanan,
Tak kenal lelah, tak ada kata menyerah selagi tenaga masih kuat, akan terus berjuang demi memberikan kebahagiaan ntuk keluarga tercinta.
Hidup di atas roda memang tak selamanya berjalan dengan mulus, tak selamanya juga mampu tuk bertahan di dunia jalanan, siang malam selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak ada rasa takut berjalan di kegelapan malam nan sunyi dan sepi, hanya ada suara deru mesin dan angin yang menerpa wajah, juga teman di tengah gelapnya malam.
Suka dan duka telah mereka lalui sebagai seorang driver, meski pekerjaan sebagai seorang driver mempunyai resiko yang besar, satu kaki di rumah sakit, satu nya lagi di kuburan.
Itu adalah pepatah seorang driver. mereka bertaruh nyawa ntuk menuju satu tujuan, tujuan yang menjanjikan harapan mereka.
Harapan yang telah dinantikan oleh keluarga tercinta, keluarga yang selalu berdoa untuk pejuang bagi keluarga nya tercinta.
Keluarga akan bahagia menyambut kedatangannya pejuang mereka pulang, dengan membawa satu tujuan yang telah mereka capai, sungguh perjuangan yang menguras emosi dan tenaga.
Dan,” yang lebih menyedihkan adalah, ketika di malam yang sunyi di depan kemudi, terselip rasa rindu pada sang buah hati, rindu ingin cepat pulang, memeluk dan mencium sang anak, rindu itu datang secara tiba-tiba di keheningan malam yang semakin sepi, hanya ada desiran angin dan deru suara mesin mobil
Sebagai sahabat di tengah hutan belantara yang di lalui.
Bukittinggi 28 Agustus 2025
Penulis : Eri Piliang