Bukittinggi, Jamgadangnews- Imbas musim kemarau di sebagian kota dan Agam pada khususnya, tanaman padi dan sayuran sebagian tidak ada yang bisa tumbuh, bahkan sawah dan ladang sudah kering, dan tanah nya bahkan banyak yang retak ,karna kekeringan.
Musim kemarau telah menyebabkan harga sayuran melonjak sekian puluh parsen, itu pun sudah sulit di jangkau dengan daya beli masyarakat pada saat ini.
Apa lagi harga kol ( lobak) yang biasanya di kisaran 5 per kg nya, kini melonjak di kisaran 11 ribu perkilogram, itu baru harga di gudang, kalau di pengencer harga kol dikisaran 15 ribu per kilo nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Andi (50), salah seorang pedagang sayur di pasar Aur kuning Bukittinggi, mengatakan, kol sudah sangat langka untuk di dapatkan, bahwa kol ( lobak) untuk saat ini menda datangkannya dari Medan dan kerinci.
“kami pun harus menunggu kol / lobak di Medan 2 -3 hari untuk bisa mendapatkan, karna,” para pedagang kol/ lobak banyak yang berdatangan ke Medan, dan kami pun harus bersaing dengan pedagang lain, agar bisa mendapatkan kol/ lobak,” ungkapnya. Sabtu (30/8/2025).
Lebih lanjut sebutnya, harga sayuran memang naik secara signifikan, apa lagi kol sangat banyak di butuhkan oleh pedagang bakwan, dan untuk sayuran gulai lontong serta rumah makan,” Semoga kemarau ini cepat berakhir, dengan turun hujan yang akan membasahi sawah ladang yang sudah kering , dan akan menyuburkan tanaman para petani,” imbuhnya.
Penulis : Eri JM
Editor : Team JG