Musim Kemarau Membuat Harga Sayuran Melonjak Dipasaran

- Redaksi

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Jamgadangnews- Imbas musim kemarau di sebagian kota dan Agam pada khususnya, tanaman padi dan sayuran sebagian tidak ada yang bisa tumbuh, bahkan sawah dan ladang sudah kering, dan tanah nya bahkan banyak yang retak ,karna kekeringan.

Musim kemarau telah menyebabkan harga sayuran melonjak sekian puluh parsen, itu pun sudah sulit di jangkau dengan daya beli masyarakat pada saat ini.

Apa lagi harga kol ( lobak) yang biasanya di kisaran 5 per kg nya, kini melonjak di kisaran 11 ribu perkilogram, itu baru harga di gudang, kalau di pengencer harga kol dikisaran 15 ribu per kilo nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang pedagang sayur di pasar Aur Kuning Bukittinggi.(EP)

Andi (50), salah seorang pedagang sayur di pasar Aur kuning Bukittinggi, mengatakan, kol sudah sangat langka untuk di dapatkan, bahwa kol ( lobak) untuk saat ini menda datangkannya dari Medan dan kerinci.

“kami pun harus menunggu kol / lobak di Medan 2 -3 hari untuk bisa mendapatkan, karna,” para pedagang kol/ lobak banyak yang berdatangan ke Medan, dan kami pun harus bersaing dengan pedagang lain, agar bisa mendapatkan kol/ lobak,” ungkapnya. Sabtu (30/8/2025).

Lebih lanjut sebutnya, harga sayuran memang naik secara signifikan, apa lagi kol sangat banyak di butuhkan oleh pedagang bakwan, dan untuk sayuran gulai lontong serta rumah makan,” Semoga kemarau ini cepat berakhir, dengan turun hujan yang akan membasahi sawah ladang yang sudah kering , dan akan menyuburkan tanaman para petani,” imbuhnya.

Penulis : Eri JM

Editor : Team JG

Berita Terkait

 Jembatan Perintis Garuda diresmikan oleh Dandim 0304/Agam bersama Polri dan Pemda
Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional Program EQUITY 2026 Dorong UMKM Kerupuk Ubi Kayu Kamang Naik Kelas
Ternak Ayam Elba Skala Rumahan Pembantu Ekonomi Warga
Beralih dari LPG ke Kompor listrik Rp815 Miliar Anggaran Diusulkan
“Soore Kopi” Hadir Menyuguhkan Kehangatan Malam Lewat Secangkir Kopi Berkualitas
Penguatan Adat Minangkabau : Asra Faber Fasilitasi Bimtek Pemangku Adat
Kolaborasi PMI, PDS Patklin, dan Dinas Pendidikan: Skrining Thalasemia Sasar 600 Pelajar di Bukittinggi
Awal Mula Berdirinya UKM Bisnis UIN SMDD Bukittinggi: Siapa Penggagasnya?

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:26 WIB

 Jembatan Perintis Garuda diresmikan oleh Dandim 0304/Agam bersama Polri dan Pemda

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:52 WIB

Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional Program EQUITY 2026 Dorong UMKM Kerupuk Ubi Kayu Kamang Naik Kelas

Senin, 29 Juni 2026 - 04:50 WIB

Ternak Ayam Elba Skala Rumahan Pembantu Ekonomi Warga

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:01 WIB

Beralih dari LPG ke Kompor listrik Rp815 Miliar Anggaran Diusulkan

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:44 WIB

Musim Kemarau Membuat Harga Sayuran Melonjak Dipasaran

Berita Terbaru