Payakumbuh – Di momen perayaan Idul Fitri 1447 H, menjadi berkesan bagi warga binaan lapas Tanjung Pati.
Bertempat di Lapangan Apel, Kalapas Kelas IIB Tanjung Pati, Elfiandi, A.Md., S.H., M.H., memimpin langsung upacara penyerahan Remisi Khusus (RK) kepada 151 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif pada Sabtu (21/03/2026).
Kalapas didampingi oleh Kepala Seksi Binapi Giatja, Agung Lestara, S.Sos., serta Kepala Subseksi Registrasi, Adeka Fitria, S.H. Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga binaan sebagai bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku dan kedisiplinan mereka selama menjalani masa pidana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut Rincian Perolehan Remisi Berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, total 151 WBP menerima pengurangan masa hukuman dengan rinci:
Kategori Remisi
- Penerima 15 Hari 43 Orang
- 1 Bulan101 Orang
- 1 Bulan 15 Hari 6 Orang
- 2 Bulan 1 Orang Total 151 Orang
Apresiasi Pesantren Ramadhan & Sinergi Lintas Instansi Momentum hari kemenangan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan atas prestasi warga binaan selama bulan suci.

Kalapas juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang Lomba Sholat Jenazah yang menjadi salah satu agenda utama dalam program Pesantren Ramadhan di Lapas Tanjung Pati.
Lomba ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan tata cara pengurusan jenazah yang benar sesuai syariat Islam.Tak hanya itu, Kalapas secara resmi menyerahkan piagam kerja sama kepada perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag)Kota Payakumbuh.
Kerja sama ini merupakan wujud komitmen Lapas Tanjung Pati dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian, khususnya di bidang keagamaan, agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih religius dan bertanggung jawab motivasi untuk Terus Berbenah.
Kalapas menyampaikan bahwa remisi dan penghargaan lomba bukanlah sekadar seremonial, melainkan motivasi bagi seluruh WBP untuk terus memperbaiki diri.”Jadikan momentum Idul Fitri, perolehan remisi, serta ilmu yang didapat dari Pesantren Ramadhan ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami juga berterima kasih kepada Kemenag atas sinergi yang terjalin demi kelancaran program pembinaan di Lapas ini,” ujar Elfiandi dalam sambutannya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan silaturahmi antara petugas dan warga binaan dengan tetap menjaga protokol keamanan yang ketat.
Editor : Yopi Herdiansyah






