La Albiceleste Tumbang, Catat Sejarah Permainan Terburuk Selama Laga Worldcup 2026

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 07:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tembok Kokoh La Roja Matikan Sihir Messi di Final Piala Dunia 2026

 

Jamgadangnews, Sumbar-Laga puncak piala dunia sudah berakhir, kemenangan Spanyol atas Argentina berakhir setelah 120 menit laga di Stadion MetLife, New Jersey. (20/07/2026)

 

Tim Spanyol menang 1-0 atas Argentina dengan begitu La Furia Roja meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya, sekaligus pupuskan La Albiceleste untuk meraih posisi puncak untuk ketiga kalinya.

La Albiceleste memperlihatkan sejarah permainan terburuknya selama berlaga di piala dunia, apa yang menjadi penyebab La Albiceleste bermain buruk?

Tembok Kokoh La Roja Matikan Sihir Messi di Final Piala Dunia 2026

Tim Spanyol tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 63%. Beberapa peluang emas dari Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal berhasil dimentahkan oleh ketangguhan kiper Argentina, Emiliano Martinez.

 

Satu-satunya gol dari spanyol di cetak oleh  Ferran Torres pada menit ke-106, babak tambahan waktu setelah memanfaatkan umpan sundulan dari Nico Williams.

 

Penguasaan bola yang dominan oleh Spanyol menjadi alasan utama Lionel Messi tidak bisa mencetak gol di final Piala Dunia 2026.

 

Berdasarkan statistik resmi dari FIFA, Argentina terkurung dengan hanya memegang 32% penguasaan bola. Akibatnya, Argentina mencatatkan rekor buruk sejarah final Piala Dunia dengan 0 tembakan (shot) selama 90 menit reguler, yang membuat Messi terisolasi tanpa suplai bola matang.

 

Secara fisik, Messi tidak lagi banyak berlari atau melakukan dribble melewati banyak pemain. Ia lebih banyak beroperasi sebagai pengatur serangan (creator) dari lini tengah.

Ia minim mendapatkan momentum di dalam kotak penalti lawan untuk melepaskan tembakan.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan tidak menerapkan pengawalan khusus (man-marking) pada Messi.

Kombinasi Sektor Tengah tim Spanyol mematikan Messi secara kolektif lewat kerapatan lini tengah yang dikomandoi Rodri dan Fabian Ruiz, serta benteng muda Pau Cubarsí yang menutup ruang tembak sebelum Messi masuk ke area berbahaya.

 

Peluang Terakhir Ketika Messi berhasil mendapatkan ruang tembak di detik-detik akhir babak perpanjangan waktu, tendangan kerasnya langsung mengenai wajah gelandang Spanyol, Mikel Merino, yang melakukan blok pengorbanan tubuh demi mengamankan gawang.

Kartu merah yang diterima Enzo Fernández pada menit ke-90+3 membuat tugas Messi kian berat.

Bermain dengan 10 pemain di babak tambahan waktu memaksa Argentina bermain pasif dan bertahan total.

 

Hal inilah yang mematikan peluang skema serangan balik terencana yang biasa diinisiasi oleh Lionel Messi.

 

Karena kalah jumlah di sektor gelandang, bek Argentina dipaksa melepas umpan-umpan lambung jauh (long pass) langsung ke depan.

 

Aliran bola pun terputus, strategi umpan jauh ini mudah dipatahkan oleh bek Spanyol. Messi akhirnya hanya mendapatkan sedikit sentuhan bola (handful of touches) di sepanjang permainan. (Yopi)

Penulis : Yopi

Editor : Yopi Herdiansyah

Follow WhatsApp Channel jamgadangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tourism Malaysia Hadiri Pelantikan PWI Bukittinggi, Sinergi Wisata RI-Malaysia Diperkuat
Kualitas Udara Memburuk, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Sekolah ke Daring Mulai Rabu 
M. Dhanni Hariyona Terpilih Pimpin Golkar Bukittinggi
Ketua PMI Bukittinggi Ajak Warga Donor Darah, 10 Menit Bisa Selamatkan Nyawa
Musda XI Golkar Bukittinggi Digelar, M. Dhanni Mengajak Generasi Muda Agar Melek Politik
Kanim Agam Perkuat Tata Kelola SDM dan Akuntabilitas Kinerja melalui Penyusunan ABK dan SKP 2026
Latihan Paralayang Se-Sumbar di Gunung Bungsu Berlangsung di Tengah Minimnya Perhatian
Wawako Bukittinggi Apresiasi Lomba Deklamasi SD-SMP, Dorong Literasi dan Nasionalisme Generasi Muda

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:27 WIB

Tourism Malaysia Hadiri Pelantikan PWI Bukittinggi, Sinergi Wisata RI-Malaysia Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 01:55 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Sekolah ke Daring Mulai Rabu 

Senin, 7 September 2026 - 15:55 WIB

M. Dhanni Hariyona Terpilih Pimpin Golkar Bukittinggi

Senin, 7 September 2026 - 15:22 WIB

Ketua PMI Bukittinggi Ajak Warga Donor Darah, 10 Menit Bisa Selamatkan Nyawa

Minggu, 6 September 2026 - 22:56 WIB

Musda XI Golkar Bukittinggi Digelar, M. Dhanni Mengajak Generasi Muda Agar Melek Politik

Berita Terbaru

Berita

M. Dhanni Hariyona Terpilih Pimpin Golkar Bukittinggi

Senin, 7 Sep 2026 - 15:55 WIB