Kualitas Udara Memburuk, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Sekolah ke Daring Mulai Rabu
Jamgadangnews, Padang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil langkah cepat untuk mengamankan kesehatan para pelajar.
Mulai Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026), sistem pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan resmi dialihkan menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring) atau Belajar Dari Rumah (BDR).
Kebijakan darurat ini diambil setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Padang pada Selasa (8/9/2026) melonjak drastis hingga menyentuh kategori Berbahaya akibat kiriman kabut asap karhutla. Paparan partikulat halus (PM2.5) yang sangat tinggi dinilai berisiko besar bagi kesehatan kelompok rentan, khususnya anak-anak usia sekolah.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pengalihan sistem pendidikan selama tiga hari ini merupakan bentuk mitigasi wajib.
Kesehatan anak-anak kita adalah prioritas utama. Oleh karena itu, sejak hari Rabu hingga Jumat ini, seluruh aktivitas belajar mengajar formal dipindahkan ke rumah secara daring untuk mengurangi paparan polusi secara langsung di luar ruangan.
Poin-poin utama penyesuaian sistem pendidikan yang tertuang dalam edaran ini meliputi:
- Pengalihan Penuh ke Daring:
Semua sekolah dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di bawah naungan Disdikbud Kota Padang wajib menyelenggarakan program Belajar Dari Rumah (BDR) selama periode Rabu-Jumat.
- Pemberhentian Aktivitas Terbuka:
Seluruh kegiatan luar ruangan seperti olahraga fisik, upacara, dan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah ditiadakan sepenuhnya hingga kualitas udara membaik.
- Tugas Pemantauan Guru:
Para guru dan tenaga pendidik diinstruksikan untuk tetap memberikan materi serta memantau perkembangan belajar siswa secara aktif melalui platform pembelajaran digital yang tersedia.
Pihak sekolah juga diminta berkoordinasi erat dengan orang tua murid agar memastikan anak-anak mereka benar-benar tetap berada di dalam rumah selama sistem pembelajaran daring ini berlangsung.
Sistem ini akan dievaluasi kembali pada akhir pekan untuk menentukan apakah para siswa sudah bisa kembali belajar di sekolah secara tatap muka pada hari Senin berikutnya.
Penulis : Yopi
Editor : Yopi Herdiansyah

















