Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai

Oleh: Ilham Junaidi

Bukittinggi – 17 Agustus 2026, Kita tetap mengibarkan Sang Merah Putih.
Bukan semata karena hari ini adalah 17 Agustus. Bukan pula hanya karena negeri ini sedang merayakan ulang tahun kemerdekaannya dengan upacara, perlombaan, dan berbagai pesta rakyat.
Kita mengibarkannya sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang pernah mempertaruhkan jiwa dan raga demi sebuah cita-cita besar “melihat Indonesia berdiri sebagai bangsa yang merdeka dan menentukan nasibnya sendiri”.

Di balik dua warna yang sederhana itu, tersimpan sejarah yang tidak sederhana.
Ada darah para pejuang yang tumpah di medan pertempuran. Ada air mata ibu yang kehilangan anaknya. Ada keluarga yang harus merelakan orang-orang tercinta pergi dan mungkin tidak pernah kembali.

Ada rakyat yang hidup dalam keterbatasan, tetapi tetap menggenggam keyakinan bahwa suatu hari Indonesia akan terbebas dari belenggu penjajahan.

Karena itu, ketika Sang Merah Putih berkibar di langit Indonesia, sesungguhnya kita sedang melihat kembali perjalanan panjang sebuah bangsa.
Namun, setiap kali 17 Agustus datang, ada satu pertanyaan yang rasanya tidak boleh kita hindari:
Apakah kita benar-benar telah merdeka?
Di langit, Merah Putih berkibar dengan gagah.
Tetapi di bumi, masih ada begitu banyak persoalan yang membuat makna kemerdekaan terasa belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan rakyat.
Masih ada masyarakat yang berjuang keras untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Masih ada mereka yang merasa keadilan begitu jauh, masih ada kesenjangan yang membuat sebagian orang menikmati kemajuan, sementara sebagian lainnya masih berjuang agar tidak tertinggal.

Ada pula suara rakyat yang terdengar begitu keras ketika pesta demokrasi berlangsung, tetapi perlahan kehilangan gema setelah kekuasaan berhasil diraih.
Pertanyaan tentang kemerdekaan akhirnya tidak cukup dijawab dengan upacara dan pidato.

Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan bangsa asing.
Setelah Indonesia merdeka secara politik, perjuangan ternyata tidak berhenti. Bentuk tantangannya berubah.
Hari ini, bangsa ini berhadapan dengan korupsi, ketimpangan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, kemiskinan, ketidakadilan, serta berbagai persoalan yang dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap negara dan mereka yang diberi amanah untuk menjalankan pemerintahan.

Para pahlawan dahulu mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan.
Generasi hari ini memiliki medan perjuangan yang berbeda.

Perjuangan itu bisa dilakukan dengan bekerja jujur. Dengan menolak korupsi. Dengan menjaga lingkungan. Dengan menghormati hukum. Dengan menggunakan kekuasaan secara bertanggung jawab. Dengan memperjuangkan keadilan. Dan dengan berani menyuarakan kebenaran ketika kepentingan rakyat mulai tersisihkan.
Mencintai Indonesia bukan berarti menutup mata terhadap kekurangannya.

Justru karena mencintai negeri ini, kita harus berani mengatakan bahwa masih ada yang perlu diperbaiki.

Kritik bukan berarti membenci negara.
Pertanyaan bukan berarti tidak menghormati pemerintah.
Dan mengingatkan penguasa bukan berarti mengkhianati bangsa.
Demokrasi membutuhkan masyarakat yang berani bersuara, sekaligus membutuhkan pemegang kekuasaan yang bersedia mendengarkan.
Sebab kemerdekaan yang sesungguhnya bukan sekadar kemampuan mengibarkan bendera di halaman rumah.
Kemerdekaan seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari: ketika seorang anak dapat memperoleh pendidikan yang layak, ketika masyarakat mendapatkan pelayanan publik tanpa diskriminasi, ketika orang kecil memperoleh keadilan yang sama, ketika pekerjaan dan kesempatan dapat diakses secara lebih adil, serta ketika setiap warga negara dapat hidup dengan martabat.
Negara hadir bukan hanya ketika rakyat dibutuhkan untuk memilih.

Negara harus hadir setiap hari.
Di tengah kesulitan rakyat. Di tengah ketidakadilan. Di tengah persoalan ekonomi. Di tengah mereka yang membutuhkan perlindungan dan kepastian hukum.
Maka hari ini, kita tetap mengibarkan Sang Merah Putih.
Kita tidak mengibarkannya karena menganggap semua persoalan telah selesai.
Kita mengibarkannya karena perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti menjadi kenangan.
Merah mengingatkan kita pada keberanian dan pengorbanan.
Putih mengingatkan kita pada ketulusan dan cita-cita.
Dan keduanya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dijaga, dirawat, dan diisi dengan kerja nyata.
Jangan biarkan kemerdekaan hanya menjadi seremoni tahunan.
Jangan biarkan nama para pahlawan hanya disebut dalam pidato, sementara cita-cita mereka tentang keadilan dan kesejahteraan dilupakan dalam perjalanan waktu.
Kita memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi perjuangan untuk menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kehidupan yang bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia masih jauh dari selesai.
Karena itu, kibarkanlah Sang Merah Putih.
Kibarkan dengan bangga.
Tetapi sekaligus kibarkan bersama kesadaran bahwa kemerdekaan bukanlah garis akhir.
Ia adalah amanah.
Ia adalah tanggung jawab.
Dan ia adalah perjuangan yang harus diteruskan oleh setiap generasi.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Semoga suatu hari nanti, kata “merdeka” tidak hanya menjadi seruan yang menggema setiap 17 Agustus, tetapi benar-benar menjadi kenyataan yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka!

Penulis : Ilham. J

Editor : Yopi Herdiansyah

Follow WhatsApp Channel jamgadangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

377 Warga Binaan Lapas Bukittinggi Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 4 Orang Bebas
Lapas Bukittinggi Fun Walk Sambut HUT RI ke-81
Presiden Prabowo Terima Wakil Menteri Perang AS Elbridge Colby, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Amerika Serikat
Semarak Kemerdekaan, WBP Lapas Bukittinggi Tunjukkan Bakat Bernyanyi Lewat LABUKTI IDOL
Aksi Donor Darah Sinergi PMI dan Lapas Bukittinggi Sambut HUT RI
Kalapas Bukittinggi Buka Pekan Olahraga Dan Seni Sambut HUT RI 81
Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Kelas IIA Bukittinggi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Binaan
Lapas Bukittinggi Gelar Bakti Sosial

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:47 WIB

377 Warga Binaan Lapas Bukittinggi Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 4 Orang Bebas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Lapas Bukittinggi Fun Walk Sambut HUT RI ke-81

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Presiden Prabowo Terima Wakil Menteri Perang AS Elbridge Colby, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Amerika Serikat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Aksi Donor Darah Sinergi PMI dan Lapas Bukittinggi Sambut HUT RI

Berita Terbaru

Artikel

Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai

Senin, 17 Agu 2026 - 19:26 WIB

Berita

Lapas Bukittinggi Fun Walk Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 14 Agu 2026 - 09:38 WIB