Kemenag Bukittinggi Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Ekonomi Umat, melalui Pena Umat 

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 07:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kemenag Bukittinggi Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Ekonomi Umat, melalui Pena Umat 

Kemenag Bukittinggi Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Ekonomi Umat, melalui Pena Umat 

Kemenag Bukittinggi Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Ekonomi Umat, melalui Pena Umat

Jamgadangnews, Bukittinggi— Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, mengusung PENA UMAT (Penyuluh Ekonomi dan Kemandirian Umat) sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXX Tahun 2026.

Inovasi bertajuk Transformasi Peran Penyuluh Agama dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Digital di Sumatera Barat ini dirancang untuk mentransformasi peran penyuluh agama, dari sekadar pembina keagamaan menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat.

H. Irwan menjelaskan, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat menuntut penyuluh agama untuk beradaptasi dan memperluas peran melalui pemanfaatan teknologi digital.

“PENA UMAT diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan penyuluhan, mempercepat penyebaran informasi, membangun jejaring pemberdayaan, serta membuka akses masyarakat terhadap peluang pengembangan ekonomi sesuai potensi dan kebutuhan daerah,” jelasnya.

Menurutnya, PENA UMAT tidak sekadar menghadirkan digitalisasi dalam kegiatan penyuluhan, tetapi mendorong perubahan pola kerja menjadi berbasis data, digital, kolaboratif, terukur, dan berorientasi pada dampak.

Melalui inovasi ini, penyuluh diharapkan mampu memberikan edukasi, pendampingan dan fasilitasi sekaligus menjadi penghubung masyarakat dengan pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga zakat, pelaku usaha, dunia pendidikan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Penyuluh Agama diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan berbagai sumber daya dan program pemberdayaan, sehingga terbentuk ekosistem ekonomi umat yang kolaboratif dan berkelanjutan,” ujarnya.

H. Irwan menambahkan, PENA UMAT juga diarahkan sebagai instrumen pendukung pelayanan, dokumentasi, pemantauan, dan pengendalian program pemberdayaan ekonomi umat agar dapat berjalan lebih sistematis dan terukur.

PKN Tingkat II Angkatan XXX Tahun 2026 berlangsung 4 Agustus hingga 4 Desember 2026. Selain menjadi sarana penguatan kompetensi kepemimpinan, pelatihan ini menjadi ruang bagi peserta untuk melahirkan inovasi strategis yang dapat diterapkan dalam peningkatan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

“PKN Tingkat II menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan. Apa yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas H. Irwan.

(Ilham Junaidi)

Follow WhatsApp Channel jamgadangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DWP Kemenag Bukittinggi Dorong Perempuan Tampil Sederhana, Berdaya dan Pancarkan Kebaikan
Ratusan Driver Maxim di Bukittinggi Kepung Kantor Operasional
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Bukittinggi Perkuat Literasi Sertifikasi Halal
Program SATU DUKA Kemenag Perkuat Kesiapan Masyarakat Mengurus Jenazah
Harga Bawang di Pasar Rp20–30 Ribu, Petani Alahan Panjang Mengaku Hanya Dibayar Rp4 Ribu per Kilogram
Hujan Disertai Guntur Keras Guyur Bukittinggi, Warga Diimbau Waspada
Pelepasan Relawan TCK Batch 2 Dinkes Ende Apresiasi Kontribusi 22 Tenaga Kesehatan
Golkar Bukittinggi Mulai Bergerak Struktur Hingga Kelurahan Hingga Sayap Partai Aktif Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 07:39 WIB

Kemenag Bukittinggi Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Ekonomi Umat, melalui Pena Umat 

Kamis, 24 September 2026 - 20:04 WIB

DWP Kemenag Bukittinggi Dorong Perempuan Tampil Sederhana, Berdaya dan Pancarkan Kebaikan

Kamis, 24 September 2026 - 17:46 WIB

Ratusan Driver Maxim di Bukittinggi Kepung Kantor Operasional

Kamis, 24 September 2026 - 10:43 WIB

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Bukittinggi Perkuat Literasi Sertifikasi Halal

Rabu, 23 September 2026 - 22:38 WIB

Harga Bawang di Pasar Rp20–30 Ribu, Petani Alahan Panjang Mengaku Hanya Dibayar Rp4 Ribu per Kilogram

Berita Terbaru

Pendidikan

Festival Tambua ke-4 di Bukittinggi Libatkan 70 Siswa dari 9 SD

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:55 WIB