Penandanganan MoU oleh Kepala SMAN 1 Bukittinggi dengan Kepala UDD PMI Bukittinggi (*N)
Jamgadangnews, Bukittinggi- Unit Donor Darah (UDD) PMI” Syahrial Leman” Bukittinggi menggandeng SMA Negeri 1 Bukittinggi dalam program donor darah. Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah donor darah sukarela sekaligus menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
Kepala UDD PMI Bukittinggi, dr. Herijon, M.Kes, mengatakan kebutuhan darah harus terus dijaga agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, target ketersediaan darah mengacu pada standar WHO, yakni minimal sekitar 2 persen dari jumlah populasi dalam setahun.
“Kerja sama ini bukan hanya dengan SMAN 1 yang sudah terjalin cukup lama. Kami juga bekerja sama dengan perguruan tinggi, SMA lainnya, serta kelompok masyarakat untuk meningkatkan stok dan memenuhi 100 persen kebutuhan darah di Kota Bukittinggi,” kata Herijon.

Ia menyebut kerja sama donor darah yang dilakukan UDD PMI Bukittinggi saat ini telah menjangkau sekitar 20 sekolah dan kelompok masyarakat, termasuk hingga wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.
Herijon mengatakan program tersebut juga mendukung target WHO agar seluruh donor darah berasal dari donor sukarela. Dengan demikian, ketergantungan terhadap donor keluarga, donor pengganti, maupun donor darah berbayar dapat dikurangi.

“Donor darah sukarela lebih baik dari sisi keamanan darah. Mereka tidak mengharapkan imbalan, dilakukan dengan ikhlas, dan rutin mendonorkan darahnya,” ujarnya.
Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, donor rutin juga memberikan manfaat bagi pendonor. Sebelum mendonorkan darah, para relawan akan menjalani pemeriksaan kesehatan sehingga kondisi kesehatannya dapat diketahui secara berkala.
Herijon berharap kegiatan donor darah dapat menumbuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap aksi kemanusiaan.
“Dengan rutinitas donor darah ini, ada generasi pemula, khususnya kawula muda, yang mulai peduli dan ikut menyelamatkan nyawa banyak orang,” katanya.
Libatkan Siswa hingga Tenaga Kependidikan
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bukittinggi, M. Hernandar, S.Pd., M.Si., mengatakan kerja sama dengan UDD PMI Bukittinggi telah berlangsung cukup lama. Kerja sama tidak hanya dilakukan melalui kegiatan donor darah, tetapi juga pembinaan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR).
Menurut Hernandar, kegiatan PMR menjadi sarana untuk mendidik siswa agar memiliki kepedulian terhadap sesama, suka menolong, dan bertanggung jawab.
“Kita di sekolah juga memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mendapatkan pertolongan pertama ketika mengalami gangguan kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan kegiatan donor darah bersama UDD PMI Bukittinggi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa. Guru, tenaga kependidikan, hingga pegawai tata usaha juga dapat berpartisipasi.
“Di SMAN 1 sendiri biasanya kegiatan donor darah dilaksanakan empat kali dalam setahun,” pungkasnya.
Penulis : Khairunas
Editor : Redaksi

















