Kemendikdasmen Luncurkan PM-KKA: Solusi Digital Pemerataan Kompetensi Koding dan AI Guru
Jamgadang, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan AI (PM-KKA) bagi guru di seluruh Indonesia melalui kanal Ruang GTK di Aplikasi Rumah Pendidikan.
Program yang diluncurkan Menteri Abdul Mu’ti ini menargetkan lebih dari 300.000 pendidik pada 2026, dengan fokus implementasi mata pelajaran melalui metode luring (TET) dan daring (mandiri/bauran).
Peluncuran ini bertujuan mengatasi kendala geografis dalam peningkatan kompetensi guru secara merata. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat implementasi pembelajaran secara mendalam yang berkesadaran, sarat makna, dan menggembirakan di ruang kelas.
Kesempatan guru Indonesia untuk meningkatkan kompetensi kini semakin terbuka. Jika selama ini pelatihan sering terkendala jarak, waktu, hingga biaya perjalanan, kini guru dari Sabang sampai Merauke dapat belajar langsung dari sekolah maupun rumah.
Peluncuran Pelatihan Mandiri PM-KKA dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (9/7). Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa guru adalah agen pembelajaran dan agen peradaban. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi merupakan hal yang penting untuk mendukung hadirnya guru yang profesional.
“Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan motorik murid. Namun, materi yang diajarkan harus memiliki nilai dan arah yang membentuk karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tapi yang mau belajar segalanya. Digitalisasi adalah arusnya, Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru,” tambah Menteri Mu’ti.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan pelatihan PM-KKA yang telah dimulai sejak 2025 kini mengalami penguatan. Bila pada tahap awal berfokus pada penyiapan dan percontohan, tahun ini fokus utamanya adalah memperkuat implementasi berbasis mata pelajaran. Pelatihan tahun ini juga mengoptimalkan peran Kelompok Kerja, seperti KKG dan MGMP, sebagai pusat inovasi pembelajaran.
“Kita ingin memastikan bahwa filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar hadir di ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas,” ujar Dirjen Nunuk.
Pelatihan PM-KKA 2026 dilaksanakan melalui dua jalur utama.
Pertama, jalur reguler dilakukan secara luring melalui forum Kelompok Kerja dengan metode Teacher Experimental Training (TET). Melalui pendekatan ini, sekolah dijadikan laboratorium pembelajaran, di mana guru merancang solusi atas tantangan nyata di kelas, mempraktikkannya, lalu melakukan refleksi kolektif bersama rekan sejawat. Pelaksanaan jalur ini memanfaatkan kebijakan Hari Belajar Guru yang diselenggarakan satu kali dalam seminggu.
Kedua, yaitu jalur daring melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Jalur ini terbagi menjadi dua bentuk akses. Bentuk pertama yaitu fitur Pelatihan Mandiri yang memungkinkan guru belajar secara mandiri kapan pun dan di mana pun melalui modul, video pembelajaran, dan penguatan materi oleh fasilitator melalui webinar.
Bentuk kedua yaitu Diklat Bauran yang diakses melalui Learning Management System (LMS) yang dirancang bagi guru yang membutuhkan pendampingan lebih terstruktur, memadukan pembelajaran mandiri di LMS dengan penguatan materi bersama fasilitator melalui webinar.
Dengan kombinasi kedua jalur ini, pelatihan PM-KKA 2026 ditargetkan menjangkau lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Penulis : Yopi
Editor : Yopi Herdiansyah

















