Tembok Kokoh La Roja Matikan Sihir Messi di Final Piala Dunia 2026
Jamgadangnews, Sumbar-Laga puncak piala dunia sudah berakhir, kemenangan Spanyol atas Argentina berakhir setelah 120 menit laga di Stadion MetLife, New Jersey. (20/07/2026)
Tim Spanyol menang 1-0 atas Argentina dengan begitu La Furia Roja meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya, sekaligus pupuskan La Albiceleste untuk meraih posisi puncak untuk ketiga kalinya.
La Albiceleste memperlihatkan sejarah permainan terburuknya selama berlaga di piala dunia, apa yang menjadi penyebab La Albiceleste bermain buruk?
Tembok Kokoh La Roja Matikan Sihir Messi di Final Piala Dunia 2026
Tim Spanyol tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 63%. Beberapa peluang emas dari Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal berhasil dimentahkan oleh ketangguhan kiper Argentina, Emiliano Martinez.
Satu-satunya gol dari spanyol di cetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106, babak tambahan waktu setelah memanfaatkan umpan sundulan dari Nico Williams.
Penguasaan bola yang dominan oleh Spanyol menjadi alasan utama Lionel Messi tidak bisa mencetak gol di final Piala Dunia 2026.
Berdasarkan statistik resmi dari FIFA, Argentina terkurung dengan hanya memegang 32% penguasaan bola. Akibatnya, Argentina mencatatkan rekor buruk sejarah final Piala Dunia dengan 0 tembakan (shot) selama 90 menit reguler, yang membuat Messi terisolasi tanpa suplai bola matang.
Secara fisik, Messi tidak lagi banyak berlari atau melakukan dribble melewati banyak pemain. Ia lebih banyak beroperasi sebagai pengatur serangan (creator) dari lini tengah.
Ia minim mendapatkan momentum di dalam kotak penalti lawan untuk melepaskan tembakan.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan tidak menerapkan pengawalan khusus (man-marking) pada Messi.
Kombinasi Sektor Tengah tim Spanyol mematikan Messi secara kolektif lewat kerapatan lini tengah yang dikomandoi Rodri dan Fabian Ruiz, serta benteng muda Pau Cubarsí yang menutup ruang tembak sebelum Messi masuk ke area berbahaya.
Peluang Terakhir Ketika Messi berhasil mendapatkan ruang tembak di detik-detik akhir babak perpanjangan waktu, tendangan kerasnya langsung mengenai wajah gelandang Spanyol, Mikel Merino, yang melakukan blok pengorbanan tubuh demi mengamankan gawang.
Kartu merah yang diterima Enzo Fernández pada menit ke-90+3 membuat tugas Messi kian berat.
Bermain dengan 10 pemain di babak tambahan waktu memaksa Argentina bermain pasif dan bertahan total.
Hal inilah yang mematikan peluang skema serangan balik terencana yang biasa diinisiasi oleh Lionel Messi.
Karena kalah jumlah di sektor gelandang, bek Argentina dipaksa melepas umpan-umpan lambung jauh (long pass) langsung ke depan.
Aliran bola pun terputus, strategi umpan jauh ini mudah dipatahkan oleh bek Spanyol. Messi akhirnya hanya mendapatkan sedikit sentuhan bola (handful of touches) di sepanjang permainan. (Yopi)
Penulis : Yopi
Editor : Yopi Herdiansyah

















