Bukittinggi, Jamgadangnews – Sebanyak 15 pelajar dan seorang guru korban kebakaran di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menerima bantuan dari keluarga besar dunia pendidikan Kota Bukittinggi. Bantuan diserahkan di SMPN 2 Bukittinggi, Selasa (19/5/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Albertiusman, mengatakan bantuan diberikan berdasarkan jumlah korban dalam satu kartu keluarga (KK).
“Untuk satu korban dalam satu KK diberikan Rp2 juta, dua korban Rp3,5 juta, dan tiga korban Rp5,3 juta,” kata Albertiusman.
Ia menjelaskan, penerima bantuan terdiri dari dua pelajar TK, sembilan pelajar SD, empat pelajar SMP, serta seorang guru. Donasi berasal dari guru, siswa, dan pegawai di lingkungan pendidikan Kota Bukittinggi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan duka atas musibah kebakaran yang terjadi di sejumlah titik pada awal Mei 2026.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga para korban diberi kesabaran dan ketabahan,” ujar Ibnu.
Ia menyebut korban berasal dari sejumlah kawasan di Bukittinggi, di antaranya Jembatan Besi Tarok Dipo, Gurun Panjang, dan Bukik Apik. Menurutnya, solidaritas dari dunia pendidikan menjadi dukungan moral bagi para korban.
Sebelumnya, kebakaran melanda sejumlah lokasi di Bukittinggi dan menghanguskan rumah semi permanen, ruko, serta warung di kawasan rel kereta api Jalan Hafiz Jalil, Jalan Sutan Syahrir, Bukik Apik, dan Gurun Panjang.
Penulis : Eri JM
Editor : Yopi Herdiansyah

















