Gubernur Sumbar, Mahyeldi menggunting pita menandai resmi dibukanya asrama putri SMAN 1 Bukittinggi (*N)
Bukittinggi, Jamgadangnews- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meresmikan Program Boarding Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi, Sabtu (18/7/2026). Kehadiran asrama tersebut diharapkan menjadi langkah awal pengembangan sekolah berasrama di Sumatera Barat.
Peresmian berlangsung di halaman Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumbar, pengurus Ikatan Alumni SMAN 1 (IASMA 1) Bukittinggi, ketua komite, para kepala SMA negeri di Bukittinggi, serta tamu undangan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar akan melanjutkan pengembangan sekolah berasrama. Menurutnya, setiap sekolah perlu menyiapkan perencanaan yang matang agar pembangunan dapat disinergikan dengan dukungan pemerintah dan alumni.
“SMAN 1 Bukittinggi memiliki ikatan alumni yang sangat kuat. Ini menjadi modal besar untuk bersama-sama mengembangkan sekolah,” kata Mahyeldi.

Alumni SMAN 1 Bukittinggi angkatan 1986 itu menjelaskan gedung yang kini difungsikan sebagai asrama putri sebenarnya telah dibangun pada 2014 melalui bantuan Aristo Munandar saat menjabat anggota DPRD Sumbar. Bangunan tersebut sempat dimanfaatkan melalui program hibah bagi siswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Namun setelah program bantuan berakhir pada 2019, gedung itu tidak lagi digunakan hingga akhirnya kembali difungsikan sebagai asrama putri.
Mahyeldi berharap ke depan kapasitas asrama dapat ditingkatkan dengan pembangunan gedung hingga empat lantai. Menurutnya, sistem asrama dapat membentuk kedisiplinan siswa dalam belajar, beribadah, dan kehidupan sehari-hari.
Ia juga menilai keberadaan asrama memberi kesempatan bagi guru untuk memberikan pendampingan belajar tambahan, khususnya bagi siswa kelas X dan XI.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bukittinggi M Hernandar mengatakan Program Asrama Putri bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter siswa.
“Asrama ini menjadi ikhtiar kami untuk melahirkan generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai keagamaan,” ujar Hernandar.

Ia menjelaskan, asrama putri dua lantai seluas sekitar 600 meter persegi memiliki 13 kamar dengan kapasitas 30 orang. Saat ini, sebanyak 16 siswi telah menempati asrama tersebut.
Selain mengikuti pembelajaran reguler di sekolah, penghuni asrama juga mendapat pendampingan belajar dari guru, pembinaan karakter, pembiasaan ibadah sunnah, serta pengawasan dari pihak sekolah.
Hernandar menambahkan, biaya makan penghuni asrama ditetapkan sebesar Rp30 ribu per hari di luar uang komite sekolah. Sementara makan siang dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dihitung dalam biaya tersebut.
Ia berharap pemerintah dapat mendukung pembangunan asrama empat lantai di lahan yang masih tersedia sehingga mampu menampung sekitar 70 siswa baru, baik putra maupun putri, setiap angkatan.(nas)
Editor : Khairunas






