Jamgadangnews, AGAM — Sejumlah warga di wilayah Bukittinggi dan Agam menyampaikan keresahan terkait kendaraan mereka yang mengalami gangguan setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite Senin, (28/09/2026).
Keluhan tersebut disampaikan oleh masyarakat yang mengaku mengalami masalah pada kendaraan setelah melakukan pengisian BBM. Sebagian warga bahkan menyebut harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan pemeriksaan maupun perbaikan kendaraan.
Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah gangguan kendaraan tersebut berkaitan dengan kualitas BBM atau disebabkan faktor lain. Karena itu, keresahan masyarakat ini perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait, termasuk Pertamina, agar persoalan tidak berkembang menjadi dugaan tanpa dasar pemeriksaan.
Warga Berharap Ada Pemeriksaan
Bagi masyarakat, kendaraan merupakan bagian penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, berdagang, mengantar keluarga hingga menjalankan berbagai kebutuhan lainnya.
Ketika kendaraan mengalami gangguan setelah pengisian BBM, tentu menimbulkan kekhawatiran. Terlebih apabila keluhan serupa disampaikan oleh lebih dari satu pengguna kendaraan.
Masyarakat berharap Pertamina dapat merespons keluhan tersebut dengan melakukan pengecekan dan memastikan kualitas BBM yang beredar tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Pertanyaan yang kini muncul di tengah masyarakat adalah, apakah gangguan kendaraan tersebut memiliki hubungan dengan BBM yang digunakan atau justru disebabkan oleh faktor teknis kendaraan lainnya?
Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu membutuhkan pemeriksaan yang objektif, bukan sekadar berdasarkan dugaan maupun informasi yang beredar di masyarakat.
Jangan Biarkan Keresahan Berkembang
Jika memang terdapat keluhan dari konsumen, masyarakat berharap ada mekanisme pengaduan dan pemeriksaan yang jelas. Sampel BBM maupun kendaraan yang mengalami gangguan dapat diperiksa melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan apabila memang diperlukan.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa BBM memenuhi standar, penjelasan tersebut juga penting disampaikan kepada masyarakat agar keresahan tidak berkembang menjadi kesimpulan yang keliru.
Masyarakat pada dasarnya tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan. Mereka membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Respons Pertamina Dinantikan
Karena itu, keluhan masyarakat Bukittinggi dan Agam ini diharapkan dapat menjadi perhatian Pertamina untuk memberikan respons dan, bila diperlukan, melakukan pengecekan terhadap laporan konsumen.
Publik juga berharap apabila ditemukan konsumen yang benar-benar mengalami kerugian dan kemudian terbukti memiliki kaitan dengan kualitas BBM, tersedia mekanisme penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, jika tidak ditemukan adanya masalah pada kualitas BBM, masyarakat juga berhak memperoleh informasi berdasarkan hasil pemeriksaan yang jelas.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan tentang menuduh pihak tertentu. Ini merupakan aspirasi dan keresahan konsumen yang berharap mendapatkan kepastian.
Kini masyarakat menunggu respons dan penjelasan dari pihak terkait, khususnya Pertamina, agar keresahan tersebut dapat segera memperoleh titik terang.
Sebab, ketika konsumen mengalami gangguan kendaraan setelah mengisi BBM, yang mereka butuhkan bukan sekadar dugaan, melainkan pemeriksaan, penjelasan dan kepastian.
Penulis : Ilham. J
Editor : Yopi Herdiansyah

















