Jamgadang news, Payakumbuh— Universitas Fort De Kock bersama Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi bahaya narkoba, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan bertema “Kampus Bersinar: Generasi Cerdas, Tangguh, Berintegritas Tanpa Narkoba di Era Digital” tersebut berlangsung di Taman BWS Sumatera Lima, Batang Agam, Jalan Lombok No. 61, Kota Payakumbuh, dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, SKM., MPPM.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Fort De Kock, Prof. Dr. Evi Hasnita, S.Pd., Ns., M.Kes., Rektor Universitas Alifah, Rektor Universitas Putra Indonesia, Rektor Universitas Budi Luhur, serta Kepala BNN Kota Payakumbuh, Stevanny Valentino, S.H.
Rektor Universitas Fort De Kock, Evi Hasnita, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkotika sekaligus membangun karakter generasi muda agar mampu menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sejumlah kegiatan pendukung dilaksanakan, di antaranya cek kesehatan gratis (CKG), pembagian masker, dan pemberian vitamin.
Evi berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, BNN, dan berbagai pihak terkait dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai sinergi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif di berbagai bidang kehidupan.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Payakumbuh, Stevanny Valentino, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Universitas Fort De Kock merupakan bentuk sinergi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Menurut Stevanny, edukasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba, terutama di tengah perkembangan era digital.
Ia juga mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi turut menjadi pelopor dalam menyebarluaskan informasi dan membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika.
BNN berharap kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), penyebarluasan informasi, serta penguatan akses layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan lembaga terkait, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun generasi muda yang sehat, tangguh, produktif, dan berintegritas tanpa narkoba.
Penulis : Adjurama
Editor : Yopi Herdiansyah

















