Reses DPRD Bukittinggi, Dedi Fatria Soroti Krisis UKT Mahasiswa hingga Sengketa Fort de Kock

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

šŸ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Reses perorangan anggota DPRD Bukittinggi, Dedi Fatria (kiri)

Bukittinggi, Jamgadangnews – Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi PPP yang juga Ketua Komisi I, Dedi Fatria, S.H., M.H., menyerap sejumlah aspirasi masyarakat dalam reses Masa Sidang III Tahun 2025/2026 di salah satu Rumah Makan Garegeh, Bukittinggi, Kamis (6/8/2026). Dua persoalan yang paling banyak disorot yakni kesulitan mahasiswa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan sengketa lahan Fort de Kock.

Dedi mengatakan reses tetap menjadi sarana penting untuk mendengar langsung persoalan masyarakat meski pelaksanaannya dilakukan dengan anggaran yang terbatas.

“Reses tetap penting karena menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Meski dengan keterbatasan anggaran, beberapa OPD sudah berupaya mengakomodasi kebutuhan warga,” kata Dedi.

Dihadiri tokoh masyarakat, ninik.mamak, bundo kanduang, dan masyarakat Kecamatan MKS (**)

Menurutnya, salah satu persoalan yang paling mendesak adalah kesulitan mahasiswa melanjutkan kuliah akibat perubahan data penerima bantuan sosial. Kondisi tersebut membuat sejumlah keluarga kehilangan akses bantuan, sehingga kesulitan membayar UKT, biaya kos, hingga kebutuhan hidup mahasiswa.

Dedi mengatakan DPRD mengusulkan agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa terdampak. Bantuan itu diharapkan dapat mencakup pembayaran UKT, Uang Sumbangan Pengembangan Pendidikan (USPP), hingga biaya semester.

“Jangan sampai ada anak Bukittinggi yang terhenti kuliah hanya karena faktor ekonomi,” ujarnya.

Selain pendidikan, warga juga menyoroti keselamatan pelajar akibat antrean kendaraan, terutama kendaraan pengisi bahan bakar minyak (BBM), di sekitar sekolah pada pagi hari. Menurut Dedi, instansi terkait berencana menempatkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas mulai pukul 06.30 WIB hingga jam masuk sekolah.

Dalam reses itu, persoalan sengketa lahan Fort de Kock juga kembali mencuat. Dedi menjelaskan perkara tersebut perlu dipisahkan antara dugaan tindak pidana yang sedang ditangani kepolisian dengan sengketa lahan yang masuk ranah perdata dan administrasi.

Ia menyebut sengketa tanah tersebut telah berlangsung cukup lama dan berkaitan dengan proses ganti rugi lahan. Bahkan, persoalan itu turut berdampak terhadap aset pemerintah, termasuk rencana pembangunan kantor DPRD Kota Bukittinggi.

“Kasus pidananya biar diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara persoalan tanah perlu diselesaikan melalui mekanisme administrasi dan perdata agar ada kepastian bagi semua pihak,” kata Dedi.

Dedi menambahkan DPRD akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi dan instansi terkait untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses tersebut.

Penulis : Eri JM

Editor : Yopi Herdiansyah

Follow WhatsApp Channel jamgadangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Gangguan Kendaraan Usai Isi Pertalite, Warga Bukittinggi-Agam Minta Pertamina Beri Penjelasan
Zulfabriandi Katakan Maksimalkan Hari Ini, Siapkan Masa Depan.
Kantor Imigrasi Agam Deportasi Warga Negara Malaysia Yang Overstay 157 Hari
Kemenag Bukittinggi Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Ekonomi Umat, melalui Pena UmatĀ 
DWP Kemenag Bukittinggi Dorong Perempuan Tampil Sederhana, Berdaya dan Pancarkan Kebaikan
Ratusan Driver Maxim di Bukittinggi Kepung Kantor Operasional
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Bukittinggi Perkuat Literasi Sertifikasi Halal
Program SATU DUKA Kemenag Perkuat Kesiapan Masyarakat Mengurus Jenazah

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 01:11 WIB

Dugaan Gangguan Kendaraan Usai Isi Pertalite, Warga Bukittinggi-Agam Minta Pertamina Beri Penjelasan

Senin, 28 September 2026 - 21:53 WIB

Zulfabriandi Katakan Maksimalkan Hari Ini, Siapkan Masa Depan.

Senin, 28 September 2026 - 21:17 WIB

Kantor Imigrasi Agam Deportasi Warga Negara Malaysia Yang Overstay 157 Hari

Sabtu, 26 September 2026 - 07:39 WIB

Kemenag Bukittinggi Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Ekonomi Umat, melalui Pena UmatĀ 

Kamis, 24 September 2026 - 17:46 WIB

Ratusan Driver Maxim di Bukittinggi Kepung Kantor Operasional

Berita Terbaru

Pendidikan

Festival Tambua ke-4 di Bukittinggi Libatkan 70 Siswa dari 9 SD

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:55 WIB