Jamgadang news, Limapuluh Kota – Latihan Bersama Paralayang se-Sumatera Barat yang digelar sebagai ajang latihan bersama dan penguatan kebersamaan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat 2026.
Bertempat di Taeh Bukik, Gunung Bungsu, Payakumbuh, dipadati parasut warna-warni pada Minggu, 30 Agustus 2026, Bungsu Aero Sport Club (BUAS) menjadi tuan rumah.
Dihadiri oleh ketua harian FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) Sumatera Barat, Letkol Firdaus mengatakan bahwa di Sumatera Barat tercatat ada 29 venue latihan untuk paralayang, gantole, dan para motor, namun tidak seluruhnya efektif, sementara untuk di Limapuluh Kota itu ada BUAS ( Bungsu Aero sport) yang hari ini menjadi tuan rumah.
“Sumbar merupakan area potensial yang dimana di Sumbar itu ada 29 venue latian untuk Aero sport, sementara untuk kabupaten 50 kota sekarang ada namanya BUAS ( bungsu aero sport) yang sekarang punya atlit usia muda yaitu dari kelas 5 SD sampai SMP dan ada juga yang beberapa tingkat SMA hingga mahasiswa” tegas nya.

Lanjut Letkol Firdaus juga sangat berterimakasih kepada pemerintah nagari, Ninik mamak, Bundo kandung serta pemuda nagari setempat atas support penuh terhadap kelancaran acara hari ini.
“Alhamdulillah saya sangat berterimakasih kepada pemerintahan nagari, Ninik mamak, Bundo kanduang, masyarakat serta pemuda nagari yang secara bahu membahu secara swadaya mensuport sampai selesai, dari menyediakan konsumsi, makanan dan minuman semua hidangan ini tercipta karena support dan kerja sama masyarakat semua ini” lanjut nya.
Sementara untuk Launch Marshal (Petugas Take-Off) pada hari itu merupakan pelatih Bungsu Aero sport yaitu Dodo Yuda Kusuma yang sekarang melatih sekitar 47 orang atlit yang tergabung dalam bungsu aero sport club.

Atlit paralayang yang tergabung dalam bungsu aero sport rata rata usia 11 sampai 16 tahun yang mampu menorehkan prestasi ditingkat nasional seperti PON (Pekan Olahraga Nasional), dan bahkan ada yang sampai menjuarai kejuaraan tingkat dunia.
Dodo Yuda Kusuma mengatakan kendati olahraga Aero sport ini tergolong olahraga yang terbilang mahal, akan tetapi kami tetap mampu berprestasi walaupun minim perhatian dari pemerintah.
“Sebenarnya mereka dengar kan apa yang telah kami lakukan disini, prestasi anak anak kami sampai tingkat nasional, bahkan Internasional, tapi pemerintah daerah seperti Bupati, anggota Dewan yang dulu dipilih oleh masyarakat disini sekarang mereka semua seakan tutup mata” tegas Dodo.
Kemudian Dodo juga mengatakan lahan yang sekarang dipakai untuk latihan itu masih milik masyarakat dan kami menyewa dibantu oleh pihak wali nagari, ia pun berharap pemerintah sedikit perhatian dan ikut andil dalam pengembangan olahraga aerosport ini.
“Lahan yang kita pakai sekarang ini seluas satu hektar itu disewakan oleh pihak kenagarian yang nanti tahun 2027 akan habis sewanya, kalau dapat pemerintah itu ikut, turun tangan seperti pemerintah daerah, kabupaten kota, dinas pariwisata dan dinas olahraganya setidaknya beli lokasi ini, untuk memfasilitasi sarana kami, tempat latihan untuk anak anak yang berprestasi ini, selama ini kami cuma dibantu oleh nagari dan secara swadaya orang tua atlit hingga bisa terus latihan” tutup nya.
Latihan bersama yang berlangsung selama dua hari 29-30 Agustus ini melakukan tiga cabang yaitu paralayang , gantole dan paramotor.
Latihan bersama ini merupakan bagian krusial dari rangkaian persiapan menuju PORPROV Sumbar 2026 yang direncanakan akan dibuka secara resmi pada 2 Oktober 2026 di Kota Solok.
Tujuan utamanya adalah mempersiapkan atlet secara teknis dan mental melalui sinkronisasi teknik, penyamaan formasi, dan kesiapan bertanding. Hasil dari latihan bersama ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan pembinaan lanjutan untuk meningkatkan performa menuju target nasional.
Penulis : Ilham. J
Editor : Yopi Herdiansyah

















