Berternak skala rumahan membantu ekonomi keluarga
Jamgadangnews.com,Padang- Menyikapi gejolak ekonomi masa sekarang ini yang semakin sulit, kita harus pandai pandai mensiasati dalam mengolah sumber daya yang ada.
Salah satu yang bisa dicoba berternak ayam Elba Skala rumahan, kenapa ayam elba?
Manfaat beternak si Elba ini ada banyak dibandingkan dengan ayam kampung biasa, Ayam Elba termasuk jenis unggas memiliki kedewasaan seksual cukup cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ayam Elba umumnya mulai menghasilkan telur pertamanya pada usia 4,5 hingga 5 bulan (sekitar 18–20 minggu).
Untuk Masa Produktif Optimal Setelah memasuki fase bertelur, masa produktif dapat berlangsung optimal selama 2 tahun.
Pemanfaatan ayam afkir untuk di konsumsi
Setelah memasuki usia 2,5 tahun, tingkat produktivitasnya akan mengalami penurunan yang signifikan.
Pada titik ini, peternak biasanya disarankan melakukan peremajaan, istilah afkir koloni, agar biaya pakan tidak membesar melampaui hasil panen.
Sedangkan untuk ayam yang sudah tidak produktif ini bisa dipotong untuk dikonsumsi dagingnya, rasanya sama seperti ayam kampung biasa dan dagingnya lebih empuk.
Keunggulan
Keunggulan utama ayam Elba terletak pada persentase performa bertelurnya yang sangat stabil dan tinggi dibandingkan ras lokal lainnya.
Persentase Puncak Produksi Pada masa keemasannya, grafik Hen Day Production (HDP) ayam Elba mampu menyentuh angka 80% hingga 85%. Artinya, dari populasi 100 ekor ayam di dalam kandang, Anda bisa memanen sekitar 80 sampai 85 butir telur setiap harinya.
Total Produksi Tahunan Secara rata-rata, satu ekor ayam Elba mampu memproduksi 280 hingga 300 butir telur per tahun, Angka ini hampir setara dengan performa ayam ras petelur komersial modern.
Manfaat dan faktor penunjang
Produksi telur inilah yang akan jadi primadona membatu menggerakkan ekonomi di rumah tangga kita.
Untuk skala kecil rumahan kita pelihara misal 10 ekor dengan pakan pembantu limbah rumah tangga kita akan mendapatkan 7 sampai 8 butir telur sehari selama dua tahun setengah.
Tepi tentu ada Faktor yang akan sangat Memengaruhi Stabilitas Bertelur ini agar konsisten mengahasilkan 85 % telur.
Untuk mempertahankan persentase bertelur tetap berada di angka maksimal (80-85%) selama 2 tahun masa produktif, peternak harus memperhatikan beberapa aspek manajemen berikut.
Efisiensi Nutrisi Pakan.
Ayam Elba hanya mengonsumsi pakan sekitar 70 gram per ekor per hari. Pastikan pakan tersebut mengandung kadar protein minimal 17% untuk mendukung pembentukan cangkang dan kuning telur yang berkualitas.
Sistem Kandang.
Menggunakan kandang baterai individu sangat direkomendasikan mempermudah pengawasan produksi per ekor serta meminimalkan stres akibat perebutan pakan.
Pencahayaan Tambahan.
Memberikan stimulasi cahaya hingga 16 jam per hari (menggabungkan cahaya matahari dan lampu di malam hari) terbukti efektif merangsang hormon reproduksi ayam agar terus bertelur dengan konsisten.
Ok mari kita buat hitungan matematika standar untuk 10 ekor.
Konsumsi pakan harian kelompok 10 ekor × 70 gram = 700 gram per hari (0,7 kg)
Total pakan satu bulan (30 hari) 0,7 kg × 30 hari = 21 kg pakan.
Biaya pakan: 21 kg × Rp13.000 = Rp273.000.
Hasil telur dalam satu bulan
8 butir × 30 hari = 240 butir telur.
Jumlah pemasukan kotor
240 butir × Rp2.500 = Rp600.000.
Keuntungan bersih (Omzet – Biaya Pakan) = Rp600.000 – Rp273.000 = Rp327.000 per bulan dari 10 ekor saja.
Tertarik inggin mencoba silahkan hubungi kontak WA 085374720119 peternakan Uung yang menjual ayam Elba siap petelur.
Penulis : Yopi
Editor : Yopi Herdiansyah






