Materi Syrik Hingga Pembiasaan Positif Warnai Pesantren Ramadhan SMAN 1 Sungai Puar

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam – SMAN 1 Sungai Puar, Kabupaten Agam, menggelar Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Sebanyak 259 siswa mengikuti kegiatan yang dipusatkan di musala sekolah tersebut.

Kepala SMAN 1 Sungai Puar, Dra. Nani Amelia, M.Pd mengatakan seluruh siswa mengikuti rangkaian pesantren secara penuh di sekolah selama bulan suci Ramadan.

“Kegiatan digabungkan dengan salat Tarawih di masjid dekat rumah siswa dan salat Subuh. Materi yang diberikan di sekolah sesuai panduan dari Dinas Pendidikan, dengan narasumber dari guru serta kerja sama melalui MoU bersama Kemenag Sungai Puar,” ujar Nani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala sekolah bersama Wakil kepala SMAN 1 beserta pegawai TU. (**)

Ia menjelaskan, program ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Selain itu, sekolah juga menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat sebagai target pembiasaan hidup siswa.

Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Selama kegiatan berlangsung, siswa dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 16 orang per kelompok dengan pendamping satu guru. Ada pula kegiatan kelompok besar yang dilaksanakan bersama di musala sekolah.

Pendekatan ini dilakukan agar siswa lebih mudah memahami dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dilaksanakan di musala SMAN 1 Sungai Puar (*N)

Untuk absensi kegiatan di sekolah, dilakukan melalui sistem dari provinsi. Sementara absensi ibadah di rumah dan masjid terdekat dilaporkan masing-masing siswa melalui aplikasi Solu Barcode.

Salah seorang guru sekaligus pemateri, Zulmukri, S.Si. menyampaikan materi tentang syirik dan bahayanya. Ia menekankan pentingnya pemahaman siswa terhadap syirik sebagai dosa besar yang harus dihindari.

“Siswa dituntut agar mengerti apa itu syirik dan bagaimana mencegahnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era modern ini,” katanya.

Penulis : Khairunas

Editor : Team JG

Berita Terkait

Pelantikan Pengurus DPD PJS Sumbar Serta Penyerahan Pataka Di Munas III PJS 
Mahmud Marhaba Kembali Pimpin PJS 2026-2027 Secara Aklamasi di Munas III
Munas III PJS Resmi Dibuka, Mahmud: Satukan Langkah Menuju Konstituen Dewan Pers
La Albiceleste Tumbang, Catat Sejarah Permainan Terburuk Selama Laga Worldcup 2026
Kemendikdasmen Luncurkan PM-KKA: Solusi Digital Pemerataan Kompetensi Koding dan AI Guru
Hattrick Bugavo Saka Hantarkan Inggris Di Posisi Tiga FIFA World Cup 2026
 Jembatan Perintis Garuda diresmikan oleh Dandim 0304/Agam bersama Polri dan Pemda
Lapas Bukittinggi Nyatakan Perang Total pada Narkoba, Kalapas: Tak Pandang Bulu, Siapapun Akan Ditindak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:39 WIB

Pelantikan Pengurus DPD PJS Sumbar Serta Penyerahan Pataka Di Munas III PJS 

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:05 WIB

Mahmud Marhaba Kembali Pimpin PJS 2026-2027 Secara Aklamasi di Munas III

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:34 WIB

Munas III PJS Resmi Dibuka, Mahmud: Satukan Langkah Menuju Konstituen Dewan Pers

Senin, 20 Juli 2026 - 07:25 WIB

La Albiceleste Tumbang, Catat Sejarah Permainan Terburuk Selama Laga Worldcup 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:51 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan PM-KKA: Solusi Digital Pemerataan Kompetensi Koding dan AI Guru

Berita Terbaru