Misteri Lukisan Pelangi Seakan Mendaur Ulang Cerita yang Lalu

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 01:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

šŸ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

 

Tinta misteri menetes perlahan, menjatuhkan buih-buih kecil hingga menyentuh lautan. Setiap tetesnya seolah membawa cerita yang belum terungkap, mengalir bersama ombak menuju cakrawala.

Misteri Lukisan Pelangi Seakan Mendaur Ulang Cerita yang Lalu

Penulis : Ilham Junaidi

Tak seorang pun tahu dari mana tinta itu berasal. Ia muncul begitu saja, menetes perlahan ke permukaan laut, lalu larut bersama air dan meninggalkan jejak samar yang sesekali berkilau ketika disentuh cahaya.

Barangkali setiap tetes menyimpan sebuah pesan. Pesan dari masa lalu yang belum selesai, atau mungkin serpihan kisah yang sengaja dibiarkan mengambang, menunggu seseorang datang untuk membacanya.

Ombak bergerak perlahan, membawa buih-buih kecil itu semakin jauh. Deburannya terdengar lembut dan teratur, seperti irama yang mengiringi sebuah kisah yang sedang ditulis oleh alam. Angin laut berembus membawa aroma asin, sementara permukaan air terus berubah mengikuti permainan cahaya dan bayangan.

Setiap riak seolah menjadi halaman baru yang terbuka. Tidak ada kata-kata di dalamnya, tetapi ada tanda-tanda yang mengundang rasa ingin tahu. Seakan lautan sedang bercerita dengan bahasanya sendiri—bahasa yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang bersedia berhenti sejenak dan mendengarkan.

Di kejauhan, sebuah lukisan pelangi perlahan muncul di antara awan dan pegunungan.

Merah, jingga, kuning, hijau, biru, hingga ungu membentang lembut di langit. Warnanya berpadu dengan birunya cakrawala, seperti sapuan kuas raksasa yang tak terlihat tangan pelukisnya.

Cahaya matahari menerobos celah-celah awan, membuat warna pelangi semakin hidup. Untuk sesaat, langit seperti sebuah kanvas yang baru selesai dilukis—indah, sunyi, sekaligus menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan.

Laut memantulkan cahaya itu dalam kilauan kecil. Pegunungan berdiri kokoh di kejauhan, sebagian puncaknya diselimuti kabut tipis. Pepohonan bergerak perlahan diterpa angin, seakan turut menyaksikan perubahan warna di langit.

Segalanya terasa hening.

Seolah waktu sengaja berhenti, memberikan kesempatan kepada manusia untuk menyaksikan sebuah keajaiban yang mungkin hanya berlangsung sesaat.

Namun, di balik keindahan itu, sebuah pertanyaan tetap menggantung.

Ke mana sebenarnya tinta misteri itu mengalir?

Apa yang hendak disampaikannya?

Mungkinkah setiap tetes membawa potongan kisah dari tempat yang belum pernah dijelajahi? Ataukah ia merupakan jejak dari sebuah cerita lama yang kembali muncul dalam bentuk berbeda?

Mungkin saja pelangi bukan sekadar warna yang hadir setelah hujan. Bisa jadi ia adalah lukisan alam yang sedang mengingatkan kita bahwa sesuatu yang pernah berlalu tidak selalu benar-benar pergi.

“Ada cerita yang kembali”.

“Ada kenangan yang mendaur ulang dirinya sendiri”.

Dan ada pesan yang, meski pernah tenggelam, suatu saat akan kembali ke permukaan.

Tinta itu terus hanyut. Semakin jauh terbawa arus, semakin tipis jejaknya. Perlahan ia menyatu dengan birunya lautan hingga hampir tak dapat dibedakan dari warna air.

Namun, sesuatu yang telah menghilang dari pandangan belum tentu benar-benar lenyap.

Laut mungkin telah menyimpan rahasia itu di kedalamannya. Menjaganya dari waktu, angin, dan mata manusia. Barangkali suatu hari nanti, ketika seseorang datang ke tepian yang sama, rahasia itu akan kembali muncul dalam bentuk lain, mungkin sebagai riak, sebagai cahaya, sebagai pelangi, atau bahkan sebagai sebuah cerita.

Seakan matahari sedang menuliskan kisahnya sendiri.

Kisah tentang misteri yang tak kunjung terjawab, tentang keindahan yang datang tanpa diminta, dan tentang harapan yang terus mengalir meski perjalanan belum menemukan ujungnya.

Sebab kehidupan memang seperti lautan.

Setiap ombak membawa halaman baru.

Setiap cahaya menghadirkan warna berbeda.

Setiap cakrawala menyimpan kemungkinan.

Dan setiap perjalanan selalu menyisakan jejak, meski pada akhirnya jejak itu perlahan menghilang ditelan waktu.

Mungkin itulah misteri dari lukisan pelangi.

Ia tidak pernah benar-benar selesai dilukis.

Sebab ketika satu warna memudar, warna lain akan muncul. Ketika satu cerita berakhir, cerita lain mungkin sedang dimulai. Dan ketika masa lalu terasa kembali, mungkin alam sedang mengajak kita membaca ulang sesuatu yang dahulu belum sempat kita pahami.

Di bawah langit yang luas, di antara birunya laut dan kokohnya pegunungan, tinta misteri itu terus mengalir menuju cakrawala.

Entah membawa pesan dari masa lalu, atau pertanda bagi masa depan.

Tak ada yang benar-benar tahu.

Yang pasti, misteri itu masih hidup, tersembunyi di balik cahaya, ombak, dan warna-warni pelangi menunggu seseorang yang berani mengikuti jejaknya hingga ke ujung cakrawala bumi Pertiwi.

Ilham Junaidi

Penulis : Ilham. J

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel jamgadangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi Di Hati dan Di perbuatan
Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai
Jam Gadang, Saksi yang Tak Pernah Tidur
TUJUAN YANG BELUM SAMPAI
Cinta Yang Tertinggal di Bukittinggi
Irama Penantian di Bawah Jembatan Gantung
Jejak Setia di Embun Subuh
Janji di Bawah Menara Jam Gadangā€

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 01:30 WIB

Misteri Lukisan Pelangi Seakan Mendaur Ulang Cerita yang Lalu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Maulid Nabi Di Hati dan Di perbuatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:33 WIB

Jam Gadang, Saksi yang Tak Pernah Tidur

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:35 WIB

TUJUAN YANG BELUM SAMPAI

Berita Terbaru

Berita

M. Dhanni Hariyona Terpilih Pimpin Golkar Bukittinggi

Senin, 7 Sep 2026 - 15:55 WIB