Pesantren Ramadhan SMAN 2 Tilatang Kamang Diikuti 250 Siswa, Bahas Bahaya Pergaulan Bebas hingga Syirik

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMAN 2 Tilkam nomor dua dari kanan bersama narasumber dan guru. (*N)

Agam – Pesantren Ramadhan yang digelar di sekolah dan madrasah juga dilaksanakan di SMAN 2 Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026 itu diikuti sebanyak 250 siswa dari 9 rombongan belajar (rombel).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor UIN Bukittinggi dan dilaksanakan di musala serta ruang kelas masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SMAN 2 Tilatang Kamang, Dra. Desrida, M.Pd, mengatakan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah ini memudahkan pihak sekolah dalam memantau peserta didik.

“Pesantren Ramadan ini menitikberatkan pada pembinaan keagamaan. Kami juga mengundang dosen-dosen dari UIN Bukittinggi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya di SMAN 2 Tilatang Kamang,” ujar Desrida, Jumat (27/2).

Kegiatan dilaksanakan fi musala SMAN 2 Tilkam (**)

Menurutnya, berbagai materi diberikan sesuai dengan usia siswa. Di antaranya tentang syirik dan bahayanya, pergaulan bebas, pelaksanaan salat, serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah juga akan memberikan penghargaan pada penutupan kegiatan bagi siswa terbaik, seperti kategori kehadiran, tartil Al-Qur’an, tahfiz Al-Qur’an, serta keaktifan dalam salat Tarawih.

Sementara itu, narasumber dari Safari UIN Bukittinggi yang membawakan materi “Adab Pergaulan Lawan Jenis”, Dr. Hidayani Syam, M.Pd, menyoroti maraknya kasus penyimpangan, pelecehan, dan tindak kekerasan di tengah masyarakat.

“Perlu tindakan preventif melalui edukasi dan berbagi ilmu terkait bahaya pergaulan bebas serta bagaimana menjalin hubungan yang sesuai norma, baik dengan sesama maupun lawan jenis,” ujarnya.

Ia berharap kejadian-kejadian yang meresahkan tidak terjadi pada siswa SMAN 2 Tilatang Kamang.

“Para peserta didik ini adalah estafet kepemimpinan yang akan menggantikan kita 15 tahun ke depan. Kita berupaya agar mereka berperilaku sesuai norma agama dan adat,” pungkasnya.

Penulis : Khairunas

Editor : Team JG

Berita Terkait

Pelantikan Pengurus DPD PJS Sumbar Serta Penyerahan Pataka Di Munas III PJS 
Mahmud Marhaba Kembali Pimpin PJS 2026-2027 Secara Aklamasi di Munas III
Munas III PJS Resmi Dibuka, Mahmud: Satukan Langkah Menuju Konstituen Dewan Pers
La Albiceleste Tumbang, Catat Sejarah Permainan Terburuk Selama Laga Worldcup 2026
Kemendikdasmen Luncurkan PM-KKA: Solusi Digital Pemerataan Kompetensi Koding dan AI Guru
Hattrick Bugavo Saka Hantarkan Inggris Di Posisi Tiga FIFA World Cup 2026
 Jembatan Perintis Garuda diresmikan oleh Dandim 0304/Agam bersama Polri dan Pemda
Lapas Bukittinggi Nyatakan Perang Total pada Narkoba, Kalapas: Tak Pandang Bulu, Siapapun Akan Ditindak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:39 WIB

Pelantikan Pengurus DPD PJS Sumbar Serta Penyerahan Pataka Di Munas III PJS 

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:05 WIB

Mahmud Marhaba Kembali Pimpin PJS 2026-2027 Secara Aklamasi di Munas III

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:34 WIB

Munas III PJS Resmi Dibuka, Mahmud: Satukan Langkah Menuju Konstituen Dewan Pers

Senin, 20 Juli 2026 - 07:25 WIB

La Albiceleste Tumbang, Catat Sejarah Permainan Terburuk Selama Laga Worldcup 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:51 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan PM-KKA: Solusi Digital Pemerataan Kompetensi Koding dan AI Guru

Berita Terbaru