Kepala SMAN 2 Tilkam nomor dua dari kanan bersama narasumber dan guru. (*N)
Agam – Pesantren Ramadhan yang digelar di sekolah dan madrasah juga dilaksanakan di SMAN 2 Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026 itu diikuti sebanyak 250 siswa dari 9 rombongan belajar (rombel).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor UIN Bukittinggi dan dilaksanakan di musala serta ruang kelas masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMAN 2 Tilatang Kamang, Dra. Desrida, M.Pd, mengatakan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah ini memudahkan pihak sekolah dalam memantau peserta didik.
“Pesantren Ramadan ini menitikberatkan pada pembinaan keagamaan. Kami juga mengundang dosen-dosen dari UIN Bukittinggi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya di SMAN 2 Tilatang Kamang,” ujar Desrida, Jumat (27/2).

Menurutnya, berbagai materi diberikan sesuai dengan usia siswa. Di antaranya tentang syirik dan bahayanya, pergaulan bebas, pelaksanaan salat, serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak sekolah juga akan memberikan penghargaan pada penutupan kegiatan bagi siswa terbaik, seperti kategori kehadiran, tartil Al-Qur’an, tahfiz Al-Qur’an, serta keaktifan dalam salat Tarawih.
Sementara itu, narasumber dari Safari UIN Bukittinggi yang membawakan materi “Adab Pergaulan Lawan Jenis”, Dr. Hidayani Syam, M.Pd, menyoroti maraknya kasus penyimpangan, pelecehan, dan tindak kekerasan di tengah masyarakat.
“Perlu tindakan preventif melalui edukasi dan berbagi ilmu terkait bahaya pergaulan bebas serta bagaimana menjalin hubungan yang sesuai norma, baik dengan sesama maupun lawan jenis,” ujarnya.
Ia berharap kejadian-kejadian yang meresahkan tidak terjadi pada siswa SMAN 2 Tilatang Kamang.
“Para peserta didik ini adalah estafet kepemimpinan yang akan menggantikan kita 15 tahun ke depan. Kita berupaya agar mereka berperilaku sesuai norma agama dan adat,” pungkasnya.
Penulis : Khairunas
Editor : Team JG






