Siswa Kelas 12 SMAN 2 Bukittinggi Praktik Masak Kuliner Minang. (*N)
Bukittinggi, Jamgadangnews– SMA Negeri 2 Bukittinggi atau Kweekschool (Sekolah Radja) yang baru-baru ini ditetapkan sebagai Bangunan Cagar budaya tingkat nasional, melaksanakan program Ko-Kurikuler semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII.
Koordinator Ko-Kurikuler SMAN 2 Bukittinggi, Vera Daniati, S.Pd, mengatakan kegiatan ini bertujuan agar siswa mampu mengaplikasikan pembelajaran ke dalam bentuk praktik nyata. Tahun ini, Ko-Kurikuler mengangkat tema kebudayaan, kesehatan, memasak kuliner Minangkabau, serta minuman tradisional Sumatera Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui kegiatan ini, siswa belajar langsung memasak makanan khas Minangkabau seperti ayam gulai, kalio ayam, gulai dan ikan goreng, onde-onde, pisang santan, hingga kalikih santan,” ujar Vera.

Ia menjelaskan, kegiatan Ko-Kurikuler tersebut diikuti oleh 11 kelas. Dalam praktik memasak, setiap kelompok siswa mempresentasikan hasil masakan mereka di hadapan guru yang ditunjuk sebagai juri. Kegiatan ini turut didampingi oleh Tofan Dwi Cahyo sebagai guru fasilitator.
Untuk hari berikutnya, siswa kelas XII dijadwalkan mengikuti senam pagi dan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah, dengan membawa peralatan dari rumah masing-masing.
“Kami berharap siswa mampu mandiri, mengenal budaya Minangkabau, terbiasa mengolah masakan tradisional, serta menerapkan nilai-nilai budaya Minang dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Bukittinggi, Nani Amelia, M.Pd, mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan Ko-Kurikuler tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan budaya lokal.
“Anak-anak belajar bagaimana budaya Minangkabau dalam memasak, menghidangkan makanan, hingga tertib saat makan. Sekolah sangat mendukung kegiatan ini sebagai upaya pengembangan diri siswa, pelestarian budaya Minang, serta selaras dengan kurikulum pemerintah,” tutup Nani.
Editor : Khairunas






