Gajah Zidan di TMSBK Bukittinggi Agresif, Pemko Klaim Sudah 6 Kali Surati BKSDA

- Redaksi

Senin, 14 September 2026 - 16:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

šŸ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemko Bukittinggi adakan jumpa pers dengan wartawan dari berbagai media (*E)

Jamgadangnews, Bukittinggi–Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi buka suara terkait gajah bernama Zidan yang menjadi perhatian publik setelah viral karena dirantai kakinya, dan perilakunya yang agresif di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). Pemko mengungkap telah enam kali menyurati BKSDA Sumatera Barat terkait penanganan gajah berusia 34 tahun tersebut.

Hal itu disampaikan dalam jumpa pers yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Bukittinggi, Senin (14/9/2026). Jumpa pers dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi Rofie Hendria, Sekda Bukittinggi Rismal Hadi, Asisten I dan II Pemko Bukittinggi, serta Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Gajah di kebun binatang bernama Zidan yang viral karena kakinya dirantai (**)

 

Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi Rofie Hendria mengatakan Zidan saat ini masih dalam perawatan. Gajah tersebut sebelumnya beberapa kali menunjukkan perilaku agresif hingga membahayakan pawang.

“Tercatat dua orang pawang menjadi korban akibat ulah gajah Zidan. Salah satu di antaranya mengalami patah pinggang karena diserang saat bertugas,” kata Rofie.

Untuk alasan keamanan, pengelola terpaksa merantai kaki Zidan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang dapat membahayakan pawang maupun masyarakat.

Selain menyerang pawang, Zidan juga disebut pernah melukai gajah betina lainnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan satwa tersebut.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Pemko telah enam kali mengirimkan surat kepada BKSDA Sumatera Barat sejak 2024 terkait kondisi Zidan.

“Pemko sudah enam kali melayangkan surat ke BKSDA Sumbar sejak 2024 lalu. Namun baru sekali mendapat respons bahwa saat ini gajah Zidan akan dipindahkan ke balai konservasi hewan di Sawahlunto atau ke Pekanbaru,” ujar Ramlan.

Menurutnya, kewenangan terkait pemindahan maupun pelepasliaran satwa bukan berada di tangan Pemko Bukittinggi.

“BKSDA tugasnya melindungi, sedangkan Pemerintah Kota hanya memelihara dan memberi makan. Kami tidak berhak untuk memindahkan atau melepaskannya ke hutan. Itu bukan wewenang kami,” katanya.

Ramlan juga menyinggung besarnya biaya yang harus dikeluarkan Pemko untuk perawatan satwa di TMSBK, termasuk kebutuhan obat-obatan dan pakan.

Dia mencontohkan, seekor harimau di TMSBK membutuhkan sekitar tiga kilogram daging setiap hari.

“Tugas Pemko menjalankan berapa besar biaya yang kita keluarkan, sekitar Rp 500 ribu sehari untuk satu ekor satwa, misalnya harimau,” ujarnya.

Penulis : Eri JM

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel jamgadangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Tengah Kepungan Asap Bukittinggi, Polantas Bagikan Masker untuk Wartawan dan Pengendara
Lapas Bukittinggi Pastikan APAR Siap Pakai. Guna mencegah resiko kebakaran.
Pembabatan Pinus di Sarik Laweh Meresahkan Warga, LSMĀ  minta aparat terkait Lakukan Tindak Tegas jika Terjadi Pelanggaran
Tourism Malaysia Hadiri Pelantikan PWI Bukittinggi, Sinergi Wisata RI-Malaysia Diperkuat
Kualitas Udara Memburuk, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Sekolah ke Daring Mulai RabuĀ 
M. Dhanni Hariyona Terpilih Pimpin Golkar Bukittinggi
Ketua PMI Bukittinggi Ajak Warga Donor Darah, 10 Menit Bisa Selamatkan Nyawa
Musda XI Golkar Bukittinggi Digelar, M. Dhanni Mengajak Generasi Muda Agar Melek Politik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 21:11 WIB

Di Tengah Kepungan Asap Bukittinggi, Polantas Bagikan Masker untuk Wartawan dan Pengendara

Senin, 14 September 2026 - 16:47 WIB

Gajah Zidan di TMSBK Bukittinggi Agresif, Pemko Klaim Sudah 6 Kali Surati BKSDA

Minggu, 13 September 2026 - 21:13 WIB

Lapas Bukittinggi Pastikan APAR Siap Pakai. Guna mencegah resiko kebakaran.

Rabu, 9 September 2026 - 09:27 WIB

Tourism Malaysia Hadiri Pelantikan PWI Bukittinggi, Sinergi Wisata RI-Malaysia Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 01:55 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Sekolah ke Daring Mulai RabuĀ 

Berita Terbaru