Usai Pemilu 2024, Ini Tanggapan dari Presidium Majelis Daerah, Heri Tito R

- Redaksi

Jumat, 16 Februari 2024 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Heri Tito Rinaldi, SH, Presidum Majelis Daerah KAHMI Kota Bukittinggi/ N

Bukittinggi, JamGadangnews – Pemilu 14 Februari telah usai, kini tinggal menunggu hasil rekapitulasi dari KPU Bukittinggi, yang nantinya akan diumumkam secara resmi, baik itu di tingkat Kabupaten, Kota, Provinsi, Pimpinan daerah dan Nasional (Capres).

Ditemui dikantornyadi Gulai Bancah Bukittinggi, Kamis 15 Februari 2024. Presidium Majelis Daerah, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( KAHMI), Heri Tito Rinaldi, mengatakan, bahwa Pemilu di Kota Bukittinggi terlaksana dengan aman dan lancar. Tidak terdapat riak- riak yang berarti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Quick Count ( hitung cepat) sebagai salah satu paradigma, untuk melihat bagaimana hasil sah sah saja. Akan tetapi kita tetap menyarankan dan mendorong kontestan Pemilu ini untuk tetap ikut kedalam Riel count KPU,” ujarnya.

Disampaikan, Notaris Kabupaten Agam, dan Kabid Organisasi Ikatan Notaris Indonesia ( INI ) Wilayah Sumatera Barat itu, keputusan resmi yang keluar sebagai pemenang Presiden, Caleg Provinsi, Kota, dan DPD itu adalah resmi dari KPU.

Menurutnya, adanya dugaan penghitungan suara di salah satu TPS di tingkat kecamatan dengan pengumpulan suara di rekap KPU Bukittinggi yang berbeda, berkemungkinan itu adalah kesalahan system eror, atau salah input di KPU Bukittinggi. Sebaiknya KPU menghitung dengan manual.

Disebutkan, adanya dugaan kecurangan yang massive dari salah satu Paslon peserta Pemilu.
Dia menanggapi, hal itu bisa juga dari human eror system. KPU tidak berpatok kepada hasil rekap itu, bisa juga sebagai bahan pembanding bagi KPU.

“Inti dari penghitungan suara di KPU itu, penghitungan manual dari Form C1. Terkait dengan sengketa-sengketa nanti, kita dorong para peserta ini untuk menggunakan Badan penyelesaian legal yang ditunjuk oleh negara, seperti Bawaslu, KPU dan MK,” paparnya.

Kemudian, menanggapi hasil Quick Count salah satu pasangan calon Presiden , quick count bersifat sementara, tetap menunggu hasil resmi dari KPU. Akan tetap mendorong sengketa -sengketa yang ditimbulkan bermuara ke jalur hukum/ legal.

Setelah Pemilu usai, imbuhnya, tidak ada lagi masyarakat yang terkotak-kotak , dan dapat membangun sikap bersama. Apapun hasil dari Pemilu 2024, masyarakat diminta legawa bila hasil tidak sesuai dengan pilihan. (**)

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan PM-KKA: Solusi Digital Pemerataan Kompetensi Koding dan AI Guru
Aksi nekad Siswa MAN 3 Padang Deteksi dini lemahnya pengawasan pihak sekolah dan orang tua
MPLS SMKN 1 Bukittinggi Diikuti 708 Siswa Baru, Fokus Adaptasi dan Pembentukan Karakter
MAN 2 Bukittinggi Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Fokus Bentuk Karakter Siswa
ITB HAS Bukittinggi Wisuda 94 Mahasiswa, dari Bisnis Digital hingga Magister Manajemen
Ingin Kerja di Hotel atau Kapal Pesiar? SMK Paramitha Bukittinggi Buka Pendaftaran
SMK Pembina Bangsa Bukittinggi Gelar Farewell Party Angkatan ke-48, Dorong Lulusan Siap Kerja dan Kuliah
SMAN 1 Sungai Puar Sertijab Kepala Sekolah, Nani Amelia Purna Tugas

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:04 WIB

Aksi nekad Siswa MAN 3 Padang Deteksi dini lemahnya pengawasan pihak sekolah dan orang tua

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:37 WIB

MPLS SMKN 1 Bukittinggi Diikuti 708 Siswa Baru, Fokus Adaptasi dan Pembentukan Karakter

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:00 WIB

MAN 2 Bukittinggi Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Fokus Bentuk Karakter Siswa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:23 WIB

ITB HAS Bukittinggi Wisuda 94 Mahasiswa, dari Bisnis Digital hingga Magister Manajemen

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:09 WIB

Ingin Kerja di Hotel atau Kapal Pesiar? SMK Paramitha Bukittinggi Buka Pendaftaran

Berita Terbaru

Berita

Bangun Kemitraan Strategis, PJS Sambangi Kantor ASDP Merak

Kamis, 30 Jul 2026 - 20:52 WIB