Rektor ITB H. Agus Salim, Dr Yuli Hasri (*N)
Bukittinggi, Jamgadangnews – Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITB HAS) Bukittinggi menggelar kegiatan Coaching Dosen Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Sabtu (14/2).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus S1 Manajemen dan S2 Magister Manajemen ITB HAS Jirek Bukittinggi ini diikuti oleh Rektor, Wakil Rektor, para Ketua Program Studi, dosen, serta civitas akademika.
Rektor ITB HAS, Dr. Yuli Hasri, SE., MBA., CHRM, mengatakan coaching dosen merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester sebagai wadah silaturahmi antara pimpinan dan dosen sekaligus evaluasi kegiatan akademik yang telah berjalan pada semester ganjil.

“Perbaikan itu perlu dilakukan, juga terkait isu-isu yang harus kita sosialisasikan dengan dosen seperti kenaikan pangkat, Tri Dharma Perguruan Tinggi, yayasan, pengabdian kepada masyarakat, serta penerimaan mahasiswa baru yang sudah dibuka dari Januari hingga Maret 2026,” ujarnya.
Selain itu, pembahasan juga mencakup proses belajar mengajar dan sarana prasarana yang saat ini masih belum terpusat dalam satu kampus. ITB HAS, kata dia, tengah mempersiapkan gedung kampus baru empat lantai di kawasan Guguk Bulek, Kecamatan MKS.
“Sekarang dalam tahap finishing. Persiapan dua bulan ke depan akan lebih intensif dan pada April 2026 setelah Lebaran sudah bisa kita tempati,” katanya.
Ia berharap dengan hadirnya kampus baru tersebut, fasilitas pembelajaran menjadi lebih representatif bagi seluruh program studi, mulai dari ruang kelas, ruang dosen dan rektorat, ruang alumni, hingga area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis.

Pada sore harinya, ITB HAS juga menggelar Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan ustadz Yahya Ibrahim, LC., MA dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa.
Kuliman, dosen S1 Manajemen ITB HAS yang juga Ketua Panitia, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
“Kita mendapatkan ilmu tentang persiapan Ramadhan, pentingnya silaturahmi dan saling memaafkan dalam menyambut bulan puasa, serta bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Penulis : Khairunas
Editor : Team JG

















