Janji di Bawah Menara Jam Gadang”

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 20:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Di suatu sore yang tenang, seorang wanita tua tertegun memandang Jam Gadang—ikon yang telah lama tak ia kunjungi. Pandangannya menyapu taman di sekelilingnya yang kini tampak bersih, rapi, dan menenangkan. Keindahannya seolah mengundang kenangan lama untuk kembali hadir.

Bukittinggi, 27 April 2026.

Perlahan, ia mengalihkan pandangannya ke arah Gunung Merapi dan Gunung Singgalang yang berdiri megah di kejauhan. Udara sejuk yang menyelimuti kota itu terasa begitu menenangkan.

Senyum tipis terukir di wajahnya—senyum yang sarat akan kenangan.

Kenangan tentang seseorang yang pernah singgah begitu dalam di hatinya. Seorang laki-laki yang dahulu mengucap janji setia—sehidup semati, menjalani hari bersama. Jam Gadang menjadi saksi bisu dari janji yang pernah mereka ikrarkan berdua.

Mereka pernah berjalan bergandengan tangan, saling menatap penuh makna, menyusuri jalanan Bukittinggi seakan dunia hanya milik mereka. Hari demi hari dilalui dengan bahagia. Bulan berganti bulan, tahun pun berlalu. Namun kebahagiaan yang dulu begitu erat dalam genggaman, perlahan terlepas tanpa alasan yang jelas.

Segalanya berubah.

Badai datang tanpa peringatan, menghancurkan semua yang telah tersusun rapi. Hati yang dulu utuh kini hancur berkeping-keping. Tak pernah terbayangkan bahwa semua akan berakhir tanpa kata—tanpa penjelasan dari seseorang yang telah lama menemaninya.

Hingga suatu hari, sebuah undangan tergeletak di depan pintu rumahnya.

Dengan perasaan tak menentu, ia mengambil dan membacanya perlahan. Tangannya bergetar, bibirnya kelu. Debar di dadanya bergemuruh. Di sana tertera nama yang begitu ia kenal—nama seseorang yang selama ini ia cintai.

Air mata mengalir tanpa tertahan. Wajahnya memanas, dadanya sesak. Tak ada kata perpisahan, tak ada permintaan maaf. Semua terjadi begitu saja.

Di luar, langit mulai menggelap. Petir menyambar, hujan turun deras menghantam atap, menciptakan suara seperti gesekan biola yang pilu. Angin berhembus lembut, dedaunan menari seperti tarian balet yang sendu—seakan ikut merasakan luka yang ia simpan.

Wanita muda itu—dirinya di masa lalu—hanya mampu tersenyum pahit.

“Di mana janjimu? Mengapa begitu cepat berubah? Siapa yang telah merebut hatimu hingga kau lupa pada janji kita di taman ini?” bisiknya dalam hati.

Waktu pun berlalu.
Beberapa tahun kemudian, laki-laki itu kembali. Ia datang dengan penyesalan, membawa luka dari cinta yang telah mengkhianatinya. Namun segalanya telah terlambat.

“Jangan kau harap bunga yang telah layu ini akan mekar kembali,” ucapnya tegas.

“Biarkan aku hidup dengan pilihanku sendiri. Luka ini telah aku relakan. Pergilah, dan temukan kebahagiaanmu di tempat lain.”
Senja mulai turun, langit perlahan menguning keemasan.

Wanita tua itu pun beranjak pergi meninggalkan pelataran Jam Gadang. Kali ini tanpa menoleh kembali. Semua telah menjadi masa lalu—cukup dikenang, tak perlu diulang.

Ia memilih melanjutkan hidupnya dalam sunyi, berdamai dengan luka yang pernah ada.

“Selamat tinggal, Bukittinggi… kota penuh kenangan,” bisiknya pelan.
Dan langkahnya pun menjauh, membawa sisa-sisa cerita menuju senja usia.

Penulis : Eri Piliang

Editor : Yopi Herdiansyah

Follow WhatsApp Channel jamgadangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi Di Hati dan Di perbuatan
Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai
Jam Gadang, Saksi yang Tak Pernah Tidur
TUJUAN YANG BELUM SAMPAI
Cinta Yang Tertinggal di Bukittinggi
Irama Penantian di Bawah Jembatan Gantung
Jejak Setia di Embun Subuh
Biar Aku Sendiri di Sudut Kota

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Maulid Nabi Di Hati dan Di perbuatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:33 WIB

Jam Gadang, Saksi yang Tak Pernah Tidur

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:35 WIB

TUJUAN YANG BELUM SAMPAI

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:29 WIB

Cinta Yang Tertinggal di Bukittinggi

Berita Terbaru

Berita

M. Dhanni Hariyona Terpilih Pimpin Golkar Bukittinggi

Senin, 7 Sep 2026 - 15:55 WIB