Maulid Nabi Di Hati dan Di perbuatan

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kekasih Allah: Baginda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jamgadangnews.com Selasa 25/08/2026.

Di antara begitu banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada satu sosok yang namanya selalu disebut dengan penuh cinta. Namanya adalah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.

Beliau bukan seorang raja yang memiliki istana megah, bukan pula orang yang hidup dengan kemewahan dunia. Namun, beliau adalah manusia pilihan Allah, kekasih Allah, pembawa cahaya bagi seluruh umat manusia dan sekalian alam.

Allah mengutus beliau ketika dunia sedang berada dalam kegelapan, dimana manusia masih bersifat jahiliah, banyak yang jauh dari kebenaran.

Manusia yang menyembah berhala, yang kuat menindas yang lemah, di penuhi kekejian dan melakukan kemungkaran, kejahatan merajalela, dan manusia lupa dan tidak lagi mengenal kepada Tuhannya.

Kemudian lahirlah seorang anak yatim di kota Makkah pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (sekitar tahun 571 Masehi), namanya Muhammad, ayahnya Abdullah, telah wafat sebelum beliau lahir, lahir dari rahim ibu Aminah, yang kemudian merawat beliau dengan penuh kasih sayang. Namun, ketika usia beliau enam tahun pulang ziarah ke kubur ayahnya, ibunya pun meninggal dunia.
Muhammad kecil tumbuh sebagai seorang yatim piatu yang kemudian di rawat dan dibesarkan kakek nya Abdul Muthalib.

Kebersamaan ini tidak berlangsung lama. Saat Nabi Muhammad menginjak usia 8 tahun, Abdul Muthalib wafat dalam usia lanjut (sekitar 82 tahun). Kepergian sang kakek membawa kesedihan yang mendalam bagi Muhammad kecil. Sebelum wafat, Abdul Muthalib telah berwasiat agar pengasuhan Muhammad dilanjutkan oleh putranya, Abu Thalib (paman Nabi), yang merawat Nabi hingga dewasa.

Tetapi Allah tidak pernah meninggalkan beliau.
Allah menjaga beliau, mendidik beliau, dan mempersiapkan beliau untuk menjadi manusia paling mulia yang pernah dikenal oleh umat manusia.

Tauladan sifat mulia Rasulullah

Sejak muda, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya. Bahkan masyarakat Makkah memberikan gelar kepada beliau, “Al-Amin”, yang berarti orang yang sangat dapat dipercaya.

Beliau tidak pernah menyakiti orang lain dengan perkataan. Beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan. Ketika orang lain berbuat kasar, beliau memilih kesabaran.

Ketika beliau mendapatkan harta, beliau tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri.
Ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan, beliau membantu.

Ketika ada orang miskin, beliau memperhatikannya, ketika ada anak yatim, beliau menyayanginya.

Dan ketika ada orang yang membenci beliau, beliau tetap mendoakan kebaikan untuknya, begitu luas kasih sayang Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

Suatu hari, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdakwah kepada kaum yang menolak ajaran beliau. Beliau dihina, dicaci, bahkan disakiti. Namun, hati beliau tidak dipenuhi kebencian.

Beliau tetap berharap agar mereka suatu hari mengenal Allah dan mendapatkan petunjuk.
Inilah akhlak seorang kekasih Allah.
Beliau mengajarkan bahwa kekuatan bukanlah ketika seseorang mampu membalas kejahatan, tetapi ketika seseorang mampu menahan amarah dan memilih memaafkan.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga sangat mencintai umatnya, beliau selalu memikirkan umatnya bukan hanya ketika sedang bersama mereka. Bahkan dalam doa-doanya, beliau mengingat umatnya.

Beliau bersedih ketika umatnya jauh dari Allah, beliau bahagia ketika umatnya mendapatkan kebaikan, beliau berjuang agar manusia mengenal siapa tuhannya dan mendapatkan keselamatan.

Bayangkan…
Kita yang belum pernah bertemu dengan beliau, tetapi beliau telah mencintai kita.
Kita yang hidup berabad-abad setelah beliau wafat, tetapi nama kita sebagai umatnya telah menjadi bagian dari perjuangan beliau.

 

Lalu, bagaimana dengan kita?

Apakah kita sudah mencintai Rasulullah?

Jika kita benar-benar mencintai beliau, maka jangan hanya menyebut namanya ketika Maulid tiba, mari kita hidupkan sunahnya.

Mari kita bersama sama introspeksi diri kita, berusaha jujur sebagaimana beliau mengajarkan kejujuran.

Mari kita menyayangi sesama sebagaimana beliau menyayangi umatnya.
Mari kita menghormati orang tua.
Mari kita membantu orang yang kesusahan.
Mari kita menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain.
Dan ketika kita mendapatkan keburukan dari seseorang, marilah kita belajar untuk memaafkan.

Karena mencintai Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bukan hanya dengan ucapan di bibir saja.
Beliau hadir sebagai contoh dan suri Tauladan bagi kita, cinta harus terlihat dalam perbuatan.

Maulid Nabi bukan sekadar acara dengan hiasan, makanan, dan lantunan shalawat.
Maulid adalah kesempatan untuk kembali bertanya kepada hati kita:

“Seberapa dekat aku dengan akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam?”

Jika hari ini kita masih mudah marah, mari belajar bersabar.

Jika hari ini kita masih suka berbohong, mari belajar jujur.

Jika hari ini kita masih suka berbuat dosa mari sama sama kita bersihkan diri dari perbuatan dosa dan perbanyak berbuat baik.

Jadikan peringatan ini untuk mengingatkan diri ini selangkah lebih baik dari tahun sebelumnya, sebelum masanya habis.

Wassalamu’alaikum ( Ilham Junaidi )

Penulis : Ilham Junaidi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel jamgadangnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai
Jam Gadang, Saksi yang Tak Pernah Tidur
TUJUAN YANG BELUM SAMPAI
Cinta Yang Tertinggal di Bukittinggi
Irama Penantian di Bawah Jembatan Gantung
Jejak Setia di Embun Subuh
Janji di Bawah Menara Jam Gadang”
Biar Aku Sendiri di Sudut Kota

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Maulid Nabi Di Hati dan Di perbuatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Kibarkan Sang Merah Putih, Sebab Perjuangan Belum Selesai

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:33 WIB

Jam Gadang, Saksi yang Tak Pernah Tidur

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:35 WIB

TUJUAN YANG BELUM SAMPAI

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:29 WIB

Cinta Yang Tertinggal di Bukittinggi

Berita Terbaru

Artikel

Maulid Nabi Di Hati dan Di perbuatan

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:35 WIB

Berita

PMI Bukittinggi Dedikasi Tanpa Batas Untuk Kemanusiaan

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:16 WIB